SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTAHidup ini dipenuhi dengan penawaran-penawaran yang tidak bisa dihindari kapanpun dan oleh siapapun. Beberapa contoh misalnya Anda menawarkan kemampuan pada suatu perusahaan (melamar pekerjaan), Anda menawarkan ide brillian untuk kemajuan perusahaan, Anda menawarkan sebuah bisnis dan jenis penawaran-penawaran lainnya.

Sebagai sales tidak jarang kita mendapatkan penolakan dari pelanggan potensial kita. Kita bisa meminimalkan resiko penolakan itu sendiri dengan menerapkan beberapa ilmu dan tips yang diterapkan oleh para ahli. Check it out.

“Prinsip Tidak Setuju” – Big Al

Prinsip ini dicetuskan oleh Tom Schreiter seorang master network marketing yang berpengalaman lebih dari 31 tahun. Prinsip tidak setuju – Big Al akan menjadikan pernyataan bebas penolakan untuk menawarkan sesuatu kepada orang lain. Prinsip ini berhubungan dengan pepatah “kesan pertama menentukan kesan-kesan selanjutnya”.

Kunci dalam menerapkan prinsip ini adalah pernyataan awal kita. Jika pernyataan awal bagus, pelanggan akan bersama kita, mereka akan mencari alasan untuk setuju dengan apa yang kita tawarkan. Namun sebaliknya, bila pernyataan awal buruk, tidak peduli sebagus apapun presentasi dari kita, kita pasti akan ditolak oleh pelanggan kita.

Contoh situasinya misalnya Anda sedang ditawari sebuah pekerjaan oleh si A kemudian si A melontarkan pernyataan “Hey, pekerjaanmu itu jelek dan sangat tidak bagus, kamu perlu kesempatan hebat dengan bisnis saya”. Dengan pernyataan itu pasti Anda akan melakukan penolakan seperti “Tidak juga, pekerjaan saya sangat bagus, saya tetap digaji walau saya sakit dirumah, dan saya bisa libur di hari sabtu dan minggu”.

Berbeda kondisi jika si A melontarkan pernyataan yang tepat seperti “Hey, pekerjaanmu sangat bagus, kamu tetap digaji walaupun tidak masuk atau sakit dan dengan pekerjaanmu kamu bisa membeli sepeda motor”. Dengan pernyataan itu pasti Anda akan melakukan penolakan namun dengan kalimat yang berbeda “Tidak, pekerjaan saya tidak begitu bagus. Memang dengan pekerjaan saya sekarang saya sudah cukup untuk hidup, tetapi saya tidak punya anggaran untuk liburan dan beli mobil. Saya berharap dapat kesempatan yang lebih baik”.

Dari kedua contoh percakapan di atas dapat disimpulkan kalau penawaran kita baik pelanggan kita akan menerima atau minimal tidak menolak mentah-mentah produk yang kita tawarkan. Hampir setiap orang pasti memiliki pemikiran yang tidak sama, yang harus dilakukan adalah membayangkan jawaban apa yang Anda inginkan dari mereka. Maka Anda akan lebih mudah menyusun pertanyaan. Tentu saja untuk menerapkan prinsip ini perlu latihan dan pengembangan.

Kata-kata Magis

Dari buku “Tested Sentences That Sells” karya Elmer Wheeler menyatakan bahwa sebagai seorang sales kuncinya adalah memberikan pertanyaan yang tepat sehingga kita mendapatkan jawaban yang kita inginkan.

Tanyakan pertanyaan yang menembus pertentangan mental lawan bicara kita. Contohnya seperti memberikan pertanyaan “Apakah Anda peduli dengan kecepatan website Anda? Jika iya, maka pilih penyedia layanan hosting yang memberikan garansi atas kecepatan website Anda.”

Mengemas kata-kata yang memberikan pilihan sesuatu dengan sesuatu, bukan sesuatu dengan tidak ada. Contoh situasinya adalah kita menawarkan paket hosting pada pelanggan. Berikan pertanyaan seperti “Mau paket hosting dengan space 2.5 GB atau yang 5 GB ?” Paling tidak dengan pertanyaan tersebut penawaran kita akan di terima salah satu.

Penolakan adalah suatu pelajaran untuk kita. Tidak masalah jika kita ditolak, walaupun kita semua benci penolakan, yang paling penting adalah bagaimana kita mencegah penolakan tersebut dan menyikapi penolakan dari pelanggan dengan lapang dada. Karena melayani sesama adalah salah satu cara kita bersyukur atas nikmatNya – SOLIDGOLD BERJANGKA

(http://log.viva.co.id/)