SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTAHarga emas pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) naik karena beberapa pelaku pasar melakukan perpindahan instrumen investasi. Sebagian besar investor menjual kepemilikan obligasinya dan berpindah ke logam mulia.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (13/5/2015), kontrak emas yang paling aktif diperdagangkan, untuk pengiriman Juni 2015, naik US$ 9,40 per troy ounce atau naik 0,8 persen per troy ounce sehingga menetap di level US$ 1.192,40 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange, Amerika Serikat (AS). Level harga tersebut merupakan tertinggi pada tahun ini. Sebelumnya, level tertinggi harga emas ditorehkan pada 5 Mei 2015 lalu yang ditutup pada level US$ 1.193 per troy ounce.

Harga emas naik ke level US$ 1.200 per troy ounce karena pengaruh penurunan imbal hasil obligasi global. Beberapa investor menarik dana mereka dari obligasi dan mencari perlindungan di logam mulia. Harga obligasi pemerintah Jepang, Eropa dan Amerika turun dalam beberapa pekan terakhir.

“Gejolak di pasar obligasi saat ini belum pernah terjadi selama bertahun-tahun,” jelas Analis komoditas Saxo Bank, Ole Hansen. Imbal hasil obligasi global diperkirakan akan berada di level rendah dalam waktu yang lama karena adanya pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Sentral Eropa.

“Saat ini sebagian besar investor melepas kepemilikan mereka akan surat utang global karena risikonya diperkirakan akan bertambah,” tambahnya.

Emas dan perak menjadi penyelamat investor. Harga kedua komoditas logam mulia tersebut pun menjadi naik. Sebenarnya, logam mulia dan obligasi menjadi sarana bagi investor untuk menyimpan dananya saat terjadi gejolak ekonomi. Namun kali ini ketenaran logam mulia lebih besar dibanding dengan obligasi – SOLIDGOLD

(http://bisnis.liputan6.com/)