solid-goldberjangka.com – Laily Prihatiningtyas mungkin bukan satu-satunya anak muda yang berhasil meraih kesuksesan pada usia belum genap 28 tahun. Namun, prestasinya tak bisa dipandang sebelah mata.

Ketika sebagian anak muda masih mengejar mimpi di korporasi swasta yang menjanjikan limpahan materi, wanita kelahiran Jombang, Desember 1985, itu memilih mengabdi untuk negara. Kini, ia menjadi wanita yang memimpin perusahaan pelat merah di bidang pariwisata, yakni PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero).

“Di BUMN, dengan adanya pemimpin muda, bisa mempercepat proses regenerasi. (Karena) Kita anak muda, punya energi, dan inisiatif untuk belajar,” kata wanita yang akrab disapa Tyas ini.

Tyas mendapat berbagai pengalaman baru menjabat sebagai Direktur Utama TWC. Tak hanya membuat kebijakan, menurut dia, seorang nakhoda perusahaan BUMN juga harus bisa mengimplementasikan kebijakan tersebut.

Melihat sosok Dahlan Iskan, Tyas menilai kepercayaan Dahlan kepada anak muda dan wanita tidak boleh dianggap sepele. Tyas melihat tidak salah bila Dahlan percaya kepada anak muda dan wanita. “Dalam posisi konflik, wanita bisa mencari solusi,” imbuh Tyas.

Usia boleh muda, tetapi soal kinerja toh nyatanya Tyas mampu membawa TWC menjadi BUMN yang diperhitungkan. Dia mengklaim, pada semester pertama tahun ini kinerja keuangan perseroan mencapai target, meski operasional ketiga obyek wisata candi agak terganggu erupsi Gunung Kelud.

Namun, dia optimistis bahwa pada akhir tahun ini perseroan bisa mencetak laba Rp 40 miliar, atau meningkat 40 persen dibanding tahun lalu.

(kompas.com)