SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Seorang pria Tasmania mengatakan, kegembiraan yang selalu ditunjukkan secara alami oleh putranya, penyandang ‘cerebral palsy’, mengilhaminya untuk menggendong sang anak menjelajahi hutan di wilayah Overland Track, selama sepekan.

Jack Duffy, 8 tahun, hidup dengan cerebral palsy (kelumpuhan otak). Ia tidak bisa berjalan, berbicara atau makan sendiri.

Kebanyakan orang yang menjelajahi ‘Overland Track’ membawa ransel yang beratnya antara 13 dan 20 kilogram.

Tapi ransel Ayah Jack, yakni Chris Duffy, secara khusus dirancang untuk membawa anaknya, yang memiliki berat 37 kilogram.

Chris mengatakan, hal paling berkesan dari penjelajahan itu adalah satu perhentian di salah satu jalur pegunungan.

“Saya sedang duduk di sana melihat Jack, dan semacam mendapat pemikiran emosional kecil, bahwa mungkin, ia adalah anak berketerbatasan, atau anak kecil pertama yang berada di tempat itu,” ungkapnya.

Penjelajahan hutan yang melelahkan itu tak akan mungkin terlaksana tanpa dukungan dari 13 teman Chris yang membawa peralatan tambahan seperti popok dan peralatan makan khusus untuk Jack.

Lauren Atkinson, seorang agen real estate di Launceston, memutuskan untuk menjadi relawan sebagai salah satu tim pendukung Chris.

“Saya tak berpikir orang benar-benar bisa menghargai betapa sulitnya menggendong anak seberat 37 kilo di punggung, tapi Chris bagaikan senjata, Chris menakjubkan,” sebutnya.

“Dia benar-benar melakukannya. Ada beberapa bagian yang cukup berbahaya dari perjalanan itu dan dia terus melakukannya dan Jack menyukainya, setiap detiknya,” tambahnya.

Chris mengatakan, ia tahu anaknya bersenang-senang dalam perjalanan itu.

“Ia punya ekspresi yang luar biasa, ia tak melewatkan satupun, ia seorang tikus kecil yang benar-benar tangguh. Senyumnya, itu menghanyutkan orang, itu caranya menyikapi hidup,” tuturnya.

Ibu Jack, Erin, juga ada dalam penjelajahan itu, memberi lapisan ekstra pada anaknya untuk memastikan ia tetap hangat ketika mulai turun salju.

Erin mengatakan, jelas sekali betapa Jack menikmati enam hari perjalanan itu.

“Berada di alam liar dengan ayahnya dan bersenang-senang, itu begitu menyenangkan dan benar-benar membahagiakan melihat ia begitu bahagia,” ungkapnya.

Ini bukan pertama kalinya bagi Chris untuk bertualang dengan anaknya di Tasmania.

Pada tahun 2009, ia bermain kayak dengan Jack dari Launceston ke Hobart, mengumpulkan dana sebesar 70.000 dolar (atau sekitar Rp 700 juta) bagi Pusat Perawatan Penyandang Disabilitas lokal di St Giles.

Kali ini, keluarga Chris mengumpulkan 20.000 dolar (atau sekitar Rp 200 juta) untuk lembaga penyedia jasa penyandang disabilitas ‘Life Without Barriers’.

“Kami mendapat inspirasi melalui Jack karena ia seperti laki-laki kecil yang inspiratif. Ia punya begitu banyak alasan untuk tidak bahagia, atau puas dengan hidupnya sendiri, karena tantangan yang ia hadapi, tapi ia sangat bahagia dan penuh kasih serta mengilhami kita setiap hari untuk melakukan hal-hal ini,” tutur sang ayah.

Chris mengatakan, ada anak-anak yang tak memiliki dukungan yang sama seperti anaknya, dan ia ingin mengumpulkan uang untuk membantu mereka.

“Kami ingin melakukan sesuatu yang melibatkan lebih banyak orang dan memungkinkan lebih banyak anak-anak seperti Jack terlibat,” utaranya.

Ia menyambung, “Dan kami sedang mempertimbangkan mencoba untuk mengajak sekelompok anak-anak untuk triathlon bersama, dengan tim pendukung untuk masing-masing anak” – SOLIDGOLD

(http://www.tribunnews.com/)