SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Kebanyakan dari kita memiliki kebiasaan langsung tidur setelah makan hidangan. Rasa kantuk yang melanda dan perasaan kenyang membuat seseorang memutuskan untuk tidur lagi. Tapi, bolehkah tidur setelah makan? Adakah efek negatifnya? Tidur setelah makan tidak akan meningkatkan berat badan, namun dapat menyebabkan beberapa efek negatif berikut ini :

Heartburn

Berbaring setelah makan dapat memperparah rasa terbakar pada bagian dada (heartburn). Heartburn disebabkan oleh kadar asam yang berlebih di perut sehingga asam tersebut naik ke dada atau tenggorokan. Hal ini dapat menimbulkan sendawa dan rasa asam di mulut.

Acid Reflux

Tidur setelah makan dapat menimbulkan acid reflux atau disebut juga Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Acid Reflux adalah kondisi di mana katup yang berada di antara perut dengan esofagus tidak tertutup. Akibatnya asam di dalam perut naik hingga ke tenggorokan dan menimbulkan sensasi terbakar. Jika kondisi ini tidak diatasi, asam tersebut dapat merusak lapisan mukosa (jaringan yang membatasi rongga saluran cerna dan saluran napas) tenggorokan dan menyebabkan komplikasi.

Stroke

Mereka yang tidur setelah makan berisiko lebih besar terkena stroke. Hasil penelitian tersebut menunjukan mereka yang menunggu dalam jangka waktu yang paling lama setelah makan untuk tidur, memiliki risiko paling kecil terserang stroke. Terdapat beberapa teori tentang hasil penelitian ini. Ada yang menghubungkan acid reflux dengan sleep apnea (salah satu gangguan tidur) yang dapat menyebabkan stroke. Ada pula yang mengatakan ketika tidur, tubuh mengalami kesulitan mencerna, terjadi perubahan gula darah, tekanan darah dan kadar kolesterol sehingga meningkatkan risiko terkena stroke – SOLIDGOLD BERJANGKA

Sumber