SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Anda sudah dikaruniai anak laki-laki? Atau perempuan? Atau keduanya? Yuk, pahami mereka lebih dan lebih lagi. Sebelumnya kita perlu memahami terlebih dulu perbedaan yang memang sudah menjadi kodratnya dan muncul secara alami. Perbedaan utama yang dapat dilihat dari sisi fisik dan biologis, seperti struktur alat kelaminnya, hormon testosteron yang menonjol pada anak laki-laki dan hormon estrogen yang menonjol pada anak perempuan.

Hormon ini memiliki tugas masing-masing sehingga akan menuntut perbedaan yang jelas antara anak laki-laki dan perempuan baik pada masa kanak-kanak, masa pubertas, bahkan sampai usia dewasa. Namun, idealnya perbedaan tersebut tidak menghalangi seorang anak untuk mendapatkan stimulasi agar sukses menjalani setiap tahap perkembangan yang dilaluinya.

Konsep diri

Hal yang paling penting adalah Moms paham betul tahap perkembangan yang sedang dilalui oleh si anak terutama usia sekolah. Pada usia sekolah, anak perlu mengenal konsep diri yang betul sehingga ia memahami “Siapakah Aku”.

Proses pembelajaran dan sosialisasi di sekolah biasanya ikut mendukung pemahaman anak mengenai dirinya melalui aktivitas yang dituangkan di dalam materi pelajaran, kegiatan kelompok, olahraga, keterampilan, dan sebagainya. Dalam melaksanakan kegiatan, guru juga sering mengelompokkan berdasarkan “laki-laki” dan “perempuan”. Dengan demikian anak sudah pasti lebih mudah untuk mengenali perbedaan laki-laki dan perempuan.

Hargai anak sesuai kodratnya

Perbedaan jenis kelamin menuntut masing-masing anak memiliki tugas penting untuk menerima keberadaan anggota tubuhnya antara lain dengan menjaga, melindungi, dan membersihkan anggota tubuhnya secara mandiri.

Sebaliknya, mereka juga perlu belajar menghargai perbedaan anggota tubuh yang dimiliki oleh lawan jenisnya dengan tidak mudah memegang, memukul, dan sebagainya. Perlakukan juga anak sesuai dengan kodratnya, sehingga tidak “pukul rata” seperti mewajibkan anak laki-laki ikut kursus bela diri dan perempuan ikut les balet.
Selain akan mematikan kreativitas anak juga dapat berdampak anak menjadi bingung akan gendernya.

Tujuan jangka panjang dari pengasuhan yang dilakukan oleh orangtua adalah menjadikan anak laki-laki maupun perempuan mampu memiliki peran yang tepat sesuai dengan jenis kelaminnya sehingga dapat menampilkan perilaku yang sesuai dengan harapan sosialnya.

Permainan laki – laki dan perempuan

Setiap anak, baik laki-laki atau perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mencoba beragam permainan, sejauh dalam porsi yang wajar dan tidak membahayakan dirinya baik secara fisik maupun secara mental. Meskipun kebanyakan orangtua sering memandang bahwa anak perempuan lebih tekun menyelesaikan permainan yang berkaitan dengan ketrampilan motorik halus, seperti meronce, mewarnai, dan sebagainya.

Sedangkan anak laki-laki lebih hebat bermain sepak bola atau berlompatan kesana-kemari, namun kenyataannya tidak selalu demikian.  Setiap aktivitas yang dilakukan memiliki berbagai manfaat yang dapat menunjang perkembangan si anak.

Kalau bidadari cilik lebih senang bermain bola, haruskah dilarang? Tidak! Kegiatan  menendang bola membuat anak perempuan belajar mengembangkan keterampilan motorik kasarnya. Sebaliknya, si jagoan senang membantu Moms memasak di dapur, bolehkah? Tentu! Manfaatnya melatih koordinasi anggota gerak motorik seperti mengaduk, mengolah makanan, mencetak, menuang, dan sebagainya. Dapat juga mengembangkan kemampuan estetika seperti membentuk kue kesukaan, mewarnai dengan warna kesukaan, mengenal berbagai rasa, tekstur.

Stimulasi

Berikan stimulasi tepat yang dapat mengembangkan seluruh aspek kecerdasannya. Moms pasti pernah mendengar adanya kecerdasan majemuk atau multiple intelligence dimana anak memiliki beragam kecerdasan yang perlu dikembangkan. Salah satunya melalui berbagai permainan dan aktivitas yang dilakukan anak setiap harinya. Berbagai kegiatan yang positif dapat membantu anak untuk mencapai kemampuan yang optimal, misalnya dengan berbagi tugas sehari-hari sehingga seluruh anggota keluarga mencoba berbagai macam tugas, namun ada kalanya anak diberi waktu untuk memilih kegiatan yang diminatinya.

Penting bagi orangtua untuk menggali dan mengidentifikasi perasaan-perasaan yang dialami oleh anak melalui pengalaman sehari-hari misalnya tentang kegiatan anak di sekolah maupun membahas tentang interaksinya dengan teman-temannya. Dengan demikian, orangtua menjadi paham betul jika ada satu sisi perkembangan yang tidak sesuai dengan harapan.

Aspek perkembangan

Pahami betul mengenai aspek-aspek perkembangan yang perlu dikuasai setiap tahap usianya, antara lain dalam bidang bahasa, motorik halus, motorik kasar, sosial emosi, dan sebagainya. Beri stimulasi dengan cara memberikan latihan–latihan yang disajikan melalui kegiatan sehari-hari. Secara bertahap, orangtua perlu menyelipkan berbagai nilai moral yang berisi tentang aturan/nilai-nilai yang perlu dipahami anak. Aturan tersebut diperkenalkan menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak serta disesuaikan dengan tahap usianya saat itu.

Nilai-nilai tersebut yang akan membantu anak untuk lebih memahami mengenai perilaku yang diharapkan oleh lingkungan sosialnya. Seiring dengan bertambahnya usia, anak diharapkan akan semakin paham bagaimana menjalankan kodratnya masing-masing sebagai anak laki-laki atau perempuan – SOLIDGOLD

(http://lifestyle.okezone.com/)