solid-goldberjangka.comDunia kian tercengang saat dua orang yang tercatat sebagai akademisi kalah logis oleh Ben Affleck, seorang produser, sutradara dan aktor papan atas Hollywood. Pada sebuah acara bincang-bincang Real Time with Bill Maher yang tayang di stasiun televisi Amerika Serikat, HBO pemeran Batman itu telah berhasil tampil sebagai sosok seleb yang lebih mampu bersikap obyektif dengan pandangan dan pemikirannya terhadap Islam yang terus diserang gelombang rasisme barat.

Saat suami dari aktris Jennifer Garner sekaligus aktivis itu menjadi tamu istimewa episode tersebut, perbincangan tengah membahas topik “ekstremis” Islam. Di tengah sesi diskusi, penulis terkenal Amerika Serikat Sam Harris dan Bill Maher tiba-tiba mengungkapkan pemikirannya yang dianggap menyudutkan umat Islam dengan menyebutnya sebagai agama kaum “ekstremis”.

“Titik penting dari hal ini adalah munculnya Islamofobia. Setiap kritik apapun terhadap ajaran Islam langsung dianggap sebagai bentuk fobia terhadap Muslim. Padahal, Islamofobia tak pernah ada. Tapi beberapa negara di dunia sudah terpengaruh, dianggap sebagai bentuk kebencian yang membabi-buta terhadap Muslim. Itu merupakan pemikiran yang konyol,” klaim Sam Harris yang turut menjadi panelis dalam acara tersebut.

Bereaksi atas gagasan tersebut, Ben Affleck pun spontan menginterupsi Sam Harris. “Tunggu dulu! Memang Anda mengerti sejauh apa mengenai doktrin atau ajaran Islam? Anda terdengar seperti seorang rasis dengan pandangan tersebut,” bela Ben Affleck.

Turut memanaskan perdebatan, Bill Maher mengatakan bahwa, “Islam merupakan satu-satunya agama yang bertindak seperti mafia. Islam akan membunuhmu jika kau mengatakan hal yang salah, menggambar atau menulis sesuatu yang dianggap tak baik.” Kontan Ben Affleck kembali memberikan pembelaan. “Lalu, apa solusimu? [Apa] Kita harus menghina Islam? Atau kita harus terus membunuh Muslim dan menyerang negara-negara Islam lebih banyak lagi? Kita bebas melakukan hal itu?” tanya Ben Affleck.

Aktor sekaligus aktivis kemanusiaan itu akhirnya dengan kesal membungkam para penelis lain dengan momentum killing yang tepat. “Jadi, menyerang atau membunuh umat Muslim merupakan sebuah insiden. Itulah alasan yang kita kemukakan saat menyerang Irak. Saya benar-benar tak setuju dengan pendapat Anda.”

Hingga waktu habis, acara itu berakhir tegang, menyisakan sebuah pertanyaan besar di tengah politisi dan masyarakat AS tentang sepak terjang pemerintahnya yang kian ofensif terhadap negeri-negeri Muslim. Jutaan Muslim barangkali akan mendoakan agar Ben Affleck beroleh hidayah atas pernyataannya yang dianggap berani dan lebih “berakal” itu.

(arrahmah.com)