solid-goldberjangka.com – Anda pasti pernah mendengar Wendy’s, restoran yang menyajikan daging burger khas berbentuk persegi, berbeda dengan daging burger kebanyakan yang berbentuk lingkaran. Siapa sangka, pendirinya adalah seorang lelaki yang tidak tamat sekolah. Ya, hanya ketekunan, kerja keras, dan sedikit keberuntungan yang membuat Dave Thomas, si bocah drop-out tersebut meraih kesuksesan.

Dave tidak tahu siapa ibu biologisnya. Sejak bayi, ia sudah diadopsi oleh sepasang suami istri bernama Rex dan Auleva Thomas. Setelah ibu tirinya meninggal dunia, ia diajak sang ayah pindah dari satu tepat ke tempat lainnya. Di Tenessee, ia mulai bekerja paruh waktu di sebuah restoran kecil. Ketika itu, usianya masih 12 tahun. Namun, pertengkaran dengan atasan, membuat Dave mengundurkan diri. Pada usia 15 tahun, Dave memutuskan keluar dari sekolahnya dan fokus bekerja full time di restoran Hobby House di Fort Wayne.

Ketika Perang Korea pecah pada tahun 1950, Dave sempat bekerja sebagai koki di barak tentara di Jerman. Tiga tahun kemudian ia pulang ke Amerika dan kembali bekerja di Hobby House.

Pada pertengahan tahun 1950an, Colonel Sanders, pendiri restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) menawari pemilik Hobby House untuk membeli franchise restorannya. Sayang, usaha empat restoran KFC mereka tidak berjalan sukses sampai Dave diserahi tanggung jawab untuk mengurusnya. Dengan ide-ide cemerlangnya, dia berhasil membuat banyak perubahan sehingga restoran KFC itu maju.

Setahun kemudian, Dave membangun restoran pertamanya. Ia menamainya Wendy’s, sesuai dengan julukan putri bungsunya. Pada 1982, Dave memutuskan pensiun dari kegiatan harian di restoran. Namun, tiga tahun kemudian, dia diminta untuk kembali karena penjualan yang tidak terlalu baik. Ia pun melakukan serangkaian upaya untuk menaikkan brand awareness pada restoran tersebut. Salah satunya adalah dengan tampil di setiap iklan Wendy’s. Meski awalnya banyak menuai kritik, pada akhirnya strateginya berhasil. Kini, Wendy’s menjadi restoran hamburger ketiga terbesar di dunia setelah McDonald dan Burger King.

(suara.com)