SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Langkah AS mendukung Israel menuai protes dari sejumlah warga di Negeri Paman Sam. Atas dasar kemanusiaan, ribuan demonstran turun ke jalan dan mengepung kompleks kantor presiden atau Gedung Putih di Washington DC.
Para demonstran, termasuk sejumlah anak-anak tentara AS, yang memadati jalan sekitar Gedung Putih menyuarakan kecaman mereka atas langkah pemerintahan Barack Obama.
“Hentikan bantuan Amerika ke Israel,” teriak demonstran. “Israel harus keluar dari Palestina,” kata yang lainnya,” seperti dimuat Global Post.
Beberapa demonstran terlihat mengenakan jubah berwarna putih, hijau, hitam, dan merah sebagai simbol warna untuk bendera Palestina. Ada juga yang tidur beramai-ramai di jalan untuk mendeskripsikan para korban jiwa di Gaza.
“Gaza tidak akan hancur, tidak akan hancur,” kata Amar Jamal, seorang pemrotes yang datang bersama istri dan anaknya.
“Kita harus menciptakan perdamaian, jika tidak, pertumpahan darah akan terus terjadi. Seluruh kawasan Timur Tengah bisa darurat jika konflik ini tak dihentikan,” imbuh pria berusia 70 tahun yang lahir di Palestina itu.
Demonstran lainnya mengecam langkah yang diputuskan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang enggan menghentikan serangan dan bahkan malah menegaskan akan mengeluarkan segenap senjata untuk menggempur Gaza.
Dalam satu spanduk yang dibentangkan pemrotes, dituliskan bahwa “Netanyahu dan Hitler sama. Perbedaannya hanya pada nama.”
Shereen Abdel-Nabi yang bersama putranya mengenakan kaos bertuliskan “Jesus ada untuk Palestina” juga menyuarakan kecaman atas tindakan Israel. Dia menekankan bahwa ini bukan sengketa agama. “Ini adalah isu kemanusiaan. Pemerintah Amerika berada di jalan yang tak tepat (dengan mendukung Israel,” ujar Shereen.
Sebuah surat juga pernah dilayangkan kepada Obama dari seorang dokter yang menjadi relawan di RS al-Shifa, Gaza. Namanya, Mads Gilbert, MD PhD. Pria 67 tahun itu sudah berkali-kali mengabdi di Gaza, 17 tahun bolak-balik. Ia datang dari negara di mana rakyatnya menikmati kegembiraan dan kebebasan: Norwegia.

Begini isinya:

“Mr Obama – apakah Anda punya hati?

Saya mengundang Anda, menghabiskan satu malam — hanya semalam — dengan kami di Shifa. Menyamar sebagai tukang bersih-bersih, mungkin.

Saya yakin, 100 persen, itu akan mengubah sejarah.

Tak seorang pun, yang punya hati dan kuasa yang bisa melalui malam di Shifa tanpa bertekad untuk mengakhiri pembantaian rakyat Palestina…

Tolong. Lakukan apa yang Anda bisa. Ini tak boleh dibiarkan.”

(liputan6.com)