solid-goldberjangka.com – Harga emas pada Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta)  menguat setelah hasil pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) mengungkapkan keprihatinan akan penguatan nilai tukar dolar AS yang cukup tajam dan pertumbuhan ekonomi dunia yang melemah.

Para pejabat The Fed pada pertemuan yang dilakukan pada 16 hingga 17 September lalu khawatir akan perkembangan nilai tukar dolar yang telah mengalami penguatan. Pasalnya, penguatan nilai tukar tersebut akan dapat mempengaruhi perkembangan perekonomian domestik.

Dengan penguatan dolar tersebut maka bisa mengurangi biaya impor barang dan jasa yang kemungkinan besa bisa mengakibatkan pelemahan perekonomian yang cukup besar.

Nilai tukar Dolar AS terhadap mata uang negara lain terus menguat selama 12 bulan berturut-turut.

Risalah dalam pertemuan The Fed juga menyebutkan bahwa pertumbuhan di beberapa negara lain seperti Eropa, Jepang dan China mengalami perlambatan.

Hal tersebut akan sangat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi Amerika karena secara langsung akan menurunkan nilai ekspor.

Komentar dari The Fed tersebut memicu harapan para pelaku pasar bahwa Bank Sentral Amerika Serikat akan terus menahan suku bunga di level rendah dalam waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, harga emas pun melambung.

Sejalan dengan harga emas di pasar internasional, harga jual logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 1.000 menjadi Rp 525 ribu per gram pada Kamis (9/10/2014). Sebelumnya, harga logam mulia Antam bertahan di level Rp 524 ribu per gram selama dua hari.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:Pecahan 1 gram Rp 525.000

  • Pecahan 5 gram Rp 2.480.000
  • Pecahan 10 gram Rp 4.910.000
  • Pecahan 25 gram Rp 12.200.000
  • Pecahan 50 gram Rp 24.350.0000
  • Pecahan 100 gram Rp 48.650.000
  • Pecahan 250 gram Rp 121.500.000
  • Pecahan 500 gram Rp 242.800.000

(liputan6.com)