SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 42,6 dolar AS, atau 3,62 persen, menjadi menetap di 1.218,1 dolar AS per ounce.

Para analis mencatat bahwa penurunan emas di pagi hari karena pemilih Swiss pada Minggu (30/11) menolak usulan untuk meningkatkan kepemilikan emas bank sentral menjadi 20 persen dari cadangan devisanya, tetapi emas “rebound” tajam oleh dolar yang lebih lemah dan permintaan untuk “safe haven” setelah kemerosotan awal karena pemungutan suara tentang emas Swiss.

Moodys Investors Services, lembaga pemeringkat kredit internasional, menurunkan peringkat kredit Jepang pada Senin pagi ke sebuah prospek stabil setelah penundaan kenaikan pajak penjualan nasional sebagai langkah stimulus, ketika Perdana Menteri Abe bekerja untuk merangsang ekonomi negaranya. Analis mengatakan bahwa penurunan ini meningkatkan permintaan emas sebagai “safe haven”.

Dolar AS turun tipis terhadap mata uang utama lainnya pada Senin karena laporan menunjukkan sektor manufaktur negara itu terus berkembang, tetapi pada kecepatan yang lebih lambat.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,44 persen menjadi 87,966 pada akhir perdagangan.

Selain itu, pasar saham AS jatuh pada Senin, memulai bulan baru di wilayah negatif karena tekanan jual terutama akibat angka penjualan yang mengecewakan dari liburan Thanksgiving, mendorong investor beralih ke emas berjangka di harga yang lebih rendah untuk “safe haven”.

Analis juga mengatakan bahwa emas mendapat dukungan dari pasar fisik. Bank sentral India mencabut larangan impor emas pada Jumat (28/11), ketika musim pernikahan besar di India sudah di depan mata, permintaan emas untuk pernikahan akan naik tajam di India, salah satu negara konsumen emas terbesar, analis menambahkan – solid-goldberjangka.com

(antaranews.com)