Solid Gold – Emas Turun Akibat Ekuitas Dolar AS

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun tipis pada perdagangan senin malam atau selasa pagi WIB, karena dolar AS dan ekuitas AS menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun USD1,80 atau 0,13 % menjadi menetap di USD 1.356,60 per ounce.

Logam mulia diletakkan di bawah tekanan karena indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,21 % menjadi 96,56 pada pukul 17.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Emas semakin terbebani ketika Dow Jones Industrial Average AS naik 115,32 poin atau 0,64 % pada pukul 17.30 GMT. Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun. Segera setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa, para pedagang yakin bahwa Federal Reserve AS akan menunda kenaikan suku bunganya, yang sebelumnya diperkirakan Juli sampai 2017.

Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 % menjadi 0,75 % adalah pada nol persen untuk pertemuan Juli, 12 % pada pertemuan September, 11 % pada pertemuan November dan 32 % pada pertemuan Desember 2016.

Para pedagang sedang menunggu “Job Openings and Labor Turnover Survey” selasa hari ini. Laporan harga – harga Impor dan Ekspor pada rabu besok, laporan klaim pengangguran mingguan dan indeks harga produsen pada hari kamis, serta laporan penjualan ritel, indeks harga konsumen, dan produksi industri pada hari jumat.

Perak untuk pengiriman September naik 20,50 sen atau 1,02 % menjadi ditutup pada USD20,304 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah USD7,90 atau 0,72 % menjadi ditutup padaUSD 1.108,10 per ounce – SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : economy.okezone.com