SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Gunung setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut itu tetap berstatus siaga. “Aktivitas vulkanis Gunung Slamet memang menurun secara drastis, bahkan sejak Sabtu (13/9) hingga Minggu (14/9) siang sama sekali tidak tercatat adanya kegempaan.

Padahal, hari-hari sebelumnya kegempaan yang diikuti dengan lontaran material pijar serta suara gemuruh dan dentuman masih terjadi,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) M Hendrasto, kemarin.

Namun, imbuh dia, PVMBG belum dapat menyimpulkan gunung yang berada di 5 kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banyumas, Purbalingga, Brebes, Tegal, dan Pemalang, tersebut sudah aman.”Karena ada juga potensi peningkatan aktivitas secara mendadak.Kita tunggu saja. Statusnya juga masih siaga dan rekomendasi larangan beraktivitas pada radius 4 km dari puncak masih tetap berlaku.”

Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Pemalang, menyebutkan selama 24 jam mulai Sabtu hingga kemarin pukul 12.00 WIB sama sekali tidak tercatat adanya gempa. Asap putih hanya terpantau pada Sabtu siang dengan ketinggian 300 meter dan kemarin pagi ketinggian asap cuma 50 meter.

Dari Purbalingga dilaporkan, Tim SAR Desa Kutabawa, Keca matan Karangreja, masih melihat adanya titik api di kawasan hutan wilayah Pemalang. “Titik api tersebut merupakan dampak dari lontaran material pijar yang terjadi pada Kamis (11/9) dan Jumat (12/9) lalu,“ kata Koordinator Tim SAR Kutabawa Slamet Ardiansyah.

Menurunnya aktivitas Gunung Slamet membuat sekitar 1.170 warga yang tadinya mengungsi kembali ke kampung halaman masing-masing. “Sudah tenang sekarang. Kami harus kembali merawat tanaman sayur yang sempat kami tinggalkan,“ kata Saripah, 39, warga Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, salah satu warga yang sempat mengungsi.

(mediaindonesia.com)