PT Solid Gold Berjangka  | Harga Cabai Rawit Merah Lebih Mahal dari Daging

PT Solid Gold Berjangka  – Harga cabai rawit merah masih terpantau tinggi di pasar tradisional memasuki awal pekan ini. Cabai rawit merah dijual dengan harga Rp 140 ribu per kg. Harga ini lebih tinggi dibanding dengan harga daging sapi segar Rp 120 ribu per kg.

Hadi Sukarto (48), pedagang Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan harga cabai rawit merah stabil tinggi sejak awal Januari 2017. Dia menuturkan, sebenarnya harga cabai rawit sempat turun pada pekan lalu yakni Rp 120 ribu per kg.

“Cabai rawit merah Rp 140 ribu per kg, balik lagi,” kata dia kepada Liputan6.com, di Pasar Kebayoran Lama Jakarta, Senin

Pasokan yang sedikit di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta ditengarai menjadi penyebab tingginya harga cabai. Dia mengatakan, harga cabai rawit merah saat dipasok di pasar tersebut mencapai Rp 120 ribu per kg. Minggu lalu, harga cabai dipasok dengan harga Rp 110 ribu per kg.

“Pasokan belum banyak, nanti kalau sudah banyak, paling naik turunnya karena kiriman,” ujar dia.

Dia menegaskan, tingginya harga cabai memang disebabkan oleh cuaca yang buruk. Hal tersebut membuat pasokan cabai relatif sedikit. Saat ini, dia memasok cabai rawit dengan berat 5 kg sehari.

“Sekarang paling 5 kg berasa sudah Rp 600 ribu lebih,” ungkap dia.

Pedagang lain Sutamaaji membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, harga cabai rawit tinggi disebabkan oleh cuaca buruk sehingga berpengaruh pada pasokan dan pengiriman.

“Cabai memang lagi mahal,” tandas dia.

Berikut pantauan harga pasar Liputan6.com:

Cabai rawit merah Rp 140 ribu per kg

Cabai keriting merah Rp 60 ribu per kg

Cabai rawit hijau Rp 80 ribu per kg

Bawang merah Rp 34 ribu per kg

Bawang putih Rp 40 ribu per kg

Tomat Rp 10 ribu per kg

Kentang Rp 16 ribu per kg

Timun Rp 8 ribu per kg

Kol Rp 12 ribu per kg

Sawi Rp 8 ribu per kg

Seledri Rp 24 ribu per kg

baca juga ” Harga Gula Dipatok Rp 12.500 per Kg Bisa Tekan Inflasi ”

Kesepakatan untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada gula, bakal berdampak positif untuk menekan inflasi yang disumbang dari pangan. Sehingga, langkah ini juga bisa dilakukan di komoditas pangan lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menuturkan, dari laju inflasi tahun 2016 sebesar 3,02 persen, bahan makanan berkontribusi sebanyak 1,21 persen atau sekitar 40 persen terhadap inflasi 2016. Karena besarnya andil kenaikan harga bahan pangan terhadap inflasi, pasokan bahan pangan harus terjaga.

Oleh karena itu, distribusi pangan dikatakannya juga harus efisien. Dengan begitu harga eceran dapat ditekan lebih rendah. “Kebijakan HET gula ini bagus supaya harga gula tidak bergerak liar, sehingga bisa terjangkau oleh konsumen. Apalagi kalau dibarengi dengan pemangkasan jalur distribusi dari produsen ke konsumen,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/1/2017).

Menurutnya, kebijakan penetapan HET juga bisa dipikirkan untuk diterapkan pada komoditas pangan lain. Hanya saja, tetap perlu dilakukan dengan kajian yang mendalam.

Seperti diketahui, komitmen produsen dan distributor gula untuk menjaga harga gula pada level Rp 12.500 per kilogram (kg) pada tahun ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh produsen (pabrik) dan distributor gula baru-baru ini. Dengan kesepakatan tersebut, produsen dan distributor bertanggung jawab untuk bisa mendistribusikan gula sampai ke pasar.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga melakukan pemangkasan jalur distribusi dari produsen ke konsumen. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta sektor swasta dalam pendistribusian gula.

Pemangkasan juga dilakukan dalam alur impor gula. Jika dulunya harus melalui penugasan dari pemerintah ke BUMN, kini Kemendag mengizinkan beberapa pabrik untuk mengimpor langsung gula mentah untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi.
PT Solid Gold Berjangka
Anggota Komisi IV DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menilai, kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) sudah sesuai dengan program nawacita pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. ‎Pasalnya langkah seperti ini dapat memperbaiki tata niaga Indonesia.

“Kita suport Pemerintah untuk memberantas lingkaran yang membuat jatuhnya harga ke konsumen menjadi mahal. Kalau ada kebijakan, ya harus berpihak kepada rakyat. Jangan sampai ada harga melonjak lagi,

PT Solid Gold Berjangka