SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Selama sepekan terakhir, harga emas tercatat turun dua persen atau sekitar US$ 30 per ounce. Salah satu jatuhnya harga emas adalah karena para investor merasa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan segera menaikkan suku bunganya.

Selalu terdapat banyak alasan yang bisa menjabarkan pergerakan harga emas. Salah satu diantaranya, adalah aksi ambil untung dari para investor yang membuat harga emas sempat menurun.

Dalam sebulan terakhir, harga emas tercatat banyak menunjukkan penguatan menyusul kecemasan politik dan ekonomi yang merudung zona euro dan Yunani.

Sksi jual emas dalam kondisi tersebut merupakan suatu hal yang normal. Terlebih lagi, harga emas tercatat terus naik dan bergerak sangat positif sejak akhir tahun lalu.

“Adalah hal yang biasa terjadi jika sebuah jenis aset meningkat pesat lantas tiba-tiba melemah,” ujar analis ritel asal australia Greg Canavan

Ke depan, dia melihat harga emas akan bergerak positif dan bergerak ke atas US$ 1.250 per ounce. Jika sampai ke level tersebut, berarti emas telah masuk ke pasar yang positif dan harganya dapat dengan mudah untuk terus naik.

“Emas sangat menyukai konflik moneter, dan jika salah satu mata uang berpengaruh di dunia mengalaminya seperti apa yang terjadi pada euro saat ini, harga emas akan terus naik,” – SOLIDGOLD BERJANGKA

(http://bisnis.liputan6.com/)