SOLIDGOLD BERJANGKA JAKARTA – Tidak hanya pasar keuangan yang terpengaruh oleh langkah bank sentral Eropa (ECB). Para pelaku di pasar komoditas pun berharap-harap cemas atas pertemuan ECB hari ini.

Harga minyak terus turun pada perdagangan Kamis (22/1). Jika ECB mengumumkan program pembelian obligasi, hal itu dapat menekan dollar AS mencapai posisi tertinggi sekaligus menekan lagi harga barang komoditas.

Penguatan kurs dollar AS dipicu oleh kenaikan tingkat suku bunga dan pertumbuhan ekonomi AS yang membaik. Sebaliknya, perekonomian di Eropa dan Asia cenderung melemah. Penguatan kurs dollar AS membuat harga komoditas menjadi semakin mahal bagi pembeli komoditas yang memegang dana selain dollar AS. Pelemahan pertumbuhan ekonomi juga membuat permintaan atas barang komoditas menurun.

Harga minyak sudah terpangkas separuh sejak Juni 2014 karena pasokan berlimpah akibat produksi AS yang sangat banyak. Kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent sebesar 48,86 dollar AS per barrel turun lagi 17 sen dari perdagangan sebelumnya. Sementara minyak jenis West Texas Intermediate turun 32 sen menjadi 47,46 dollar AS per barrel.

Pada pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Khalid Al-Falih, CEO Saudi Aramco, menunjukkan keterkejutannya terkait harga minyak.

Sementara Commerzbank berharap harga minyak terus melemah karena pelemahan ekonomi global. Bank tersebut memperkirakan harga minyak dunia akan mencapai 40 dollar AS per barrel.

Sektor yang diuntungkan dari penurunan harga minyak dunia adalah bisnis tanker. Biaya operasional untuk penyimpanan justru naik dari rata-rata 60.000 dollar AS sebelum Juni menjadi 75.000 dollar AS.

Harga minyak Brent pengiriman Maret 2015 mendatang lebih murah 10 dollar AS per barrel ketimbang pengiriman Maret 2016. Keadaan ini mendorong investor untuk membeli minyak saat ini dan menyimpannya untuk dijual pada masa mendatang.

Sementara itu, harga emas turun 0,2 persen menjadi 1.291 dollar AS per troy ounce. Harga emas sempat mencapai 1.305 dollar AS pada Rabu, yang merupakan harga tertinggi sejak Agustus lalu. Setelah naik 9 persen pada bulan ini, para pialang menyesuaikan diri menjelang pertemuan ECB.

Emas masih jadi komoditas yang dianggap dapat melindungi aset dari gejolak politik dan ekonomi di Eropa. Menjelang tahun baru Imlek di Tiongkok, permintaan fisik emas juga melonjak – SOLIDGOLD

(http://bisniskeuangan.kompas.com/)