SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Seperti dilansir dari laman CNBC yang dikutip dari Reuters, Senin 15 September 2014, harga emas yang jatuh 1 persen tersebut akibat berkurangnya permintaan fisik emas dan turunnya harga komoditas lain yang membebani emas.

Kerugian emas juga akibat tertekan anjloknya harga perak dan kelompok logam platina.

Selama sepekan lalu, harga emas kehilangan 3,1 persen, atau penurunan harga terbesar sejak Mei. Hal tersebut karena adanya kekhawatiran Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Di sisi lain, sentimen negatif juga datang dari data penjualan ritel AS pada Agustus mengalami kenaikan dan data sentimen konsumen mencapai level tertinggi dalam 14 bulan, sehingga mendukung ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS yang kuat pada kuartal ketiga tahun ini.

Harga emas di pasar spot turun 1 persen ke level US$1.227,25 per ounce, atau menjadi level terlemah sejak 10 Januari. Dalam dua pekan terakhir, emas telah kehilangan 4,5 persen, penurunan terbesar dua minggu terbesar sejak Maret.

Sementera itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah US$7,50 ke level US$1.231,50 per ounce.

Indeks mata uang dolar juga melemah 0,1 persen. “Pasar masih di bawah tekanan dari harapan mata uang AS yang lebih kuat dalam jangka panjang,” ujar Andrey Kryuchenkov, analis di VTB Capital.

Pasar domestik

Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan harga emas batangan pada transaksi hari ini turun.

Harga emas batangan Antam dijual Rp527.000 untuk ukuran 1 gram atau turun Rp1.000 dibanding harga perdagangan pada Jumat 12 Agustus 2014.

Emas ukuran 5 gram dilepas dengan harga Rp2.490.000, ukuran 10 gram Rp4.930.000, ukuran 25 gram Rp12.250.000, ukuran 50 gram Rp24.450.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp48.850.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp122.000.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp243.800.000.

(viva.co.id)