Tak hanya emas, harga logam lainnya seperti perak juga melemah. Harga perak untuk pengiriman Juli turun US$ 20,4 sen atau 1,05% menjadi US$ 19,138 per ounce.

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan pengajuan klaim pengangguran awal turun 26 ribu menjadi 319 ribu dalam pekan yang berakhir 3 Mei. Angka ini merupakan tingkat terendah dalam sebulan. Penurunan klaim pengangguran mingguan AS telah memicu munculnya ekuitas AS dan menghambat daya tarik emas sebagai safe haven.

Namun, Bank Sentral Eropa mengisyaratkan kemungkinan keputusan tentang pelonggaran ekonomi pada pertemuan kebijakan berikutnya. Pernyataan bank sentral ini berhasil menahan jatuhnya harga emas.

Berkat komentar optimisme Gubernur Bank Sentral AS Federal Reserve Janet Yellen terhadap perekonomian , emas telah kehilangan hampir US$ 22 dalam tiga sesi terakhir.
Beberapa analis pasar percaya ekonomi AS akan terus menguat dan pasar tenaga kerja terus meningkat. Mereka juga meyakini ketegangan geopolitik di Ukraina bisa menjadi pendongkrak harga emas.

Tetapi emas masih memiliki peluangnya. Analis pasar percaya bahwa ketegangan geopolitik di Ukraina bisa menjadi tali penolong untuk emas kembali meningkat. (liputan6.com)