SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Sentimen risk aversion menyapa pasar sebelum rilis sepaket data ekonomi China. Sterling juga telah tertekan di awal sesi setelah hasil jajak pendapat Brexit hari Jumat pekan lalu menunjukkan rentang perbedaan yang lebar. Pasar saham Asia melemah tajam di awal perdagangan, dipimpin indeks nikkei yang turun hampir 500 poin. Pelemahan Nikkei menjadikan yen menguat terhadap pasangan mata uang lainnya, saat dolar AS tengah rebound menjelang pertemuan 2-hari Federal Open Market Committee (FOMC) yang dimulai besok.

Beberapa faktor yang berpotensi menjadi market movers hari ini :

1. Data ekonomi China

China akan mempublikasikan laporan produksi industri, investasi aset tetap, dan penjualan ritel pada pukul 09:00 WIB. Hasil survei Reuters menunjukkan mayoritas analis yang disurveinya cenderung pesimis pertumbuhan produksi industri tahunan China bulan Mei akan sedikit lebih rendah dibandingkan bulan April. Sementara dua data lainnya diprediksi tidak berubah dari data sebelumnya.

Sinyal pelemahan ekonomi China dapat semakin memperkuat sentimen risk aversion yang cenderung menguntungkan aset safe haven seperti yen, franc, dan emas dan sebaliknya melemahkan aset berisiko seperti pasar saham dan minyak.

2. Perdagangan Minyak Mentah

Harga minyak mentah merosot ke kisaran $48 per barel setelah jumlah rig pengeboran minyak AS yang aktif bertambah sebanyak 3 rig pada pekan lalu. Reli dolar AS juga semakin membebani harga minyak. Perdagangan minyak mentah yang semakin melemah dapat menyeret perdagangan saham dan sebaliknya menguatkan perdagangan aset safe haven – SOLIDGOLD BERJANGKA