SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Laporan analis logam Michael Widmer, seperti dilansir dari MarketWatch.com, Rabu (23/7/2014), menunjukkan bagaimana harga emas bergerak stabil akibat dorongan permintaan dari negara-negara berkembang.
China dan India tercatat memasok banyak logam termasuk emas dan tembaga. Aksinya tersebut membantu menutupi kerugian paska aksi jual para investor.
“Kami percaya bahwa permintaan emas dari negara-negara berkembang akan berdampak lebih lanjut dalam jangka menengah mengingat pengaruh negara tersebut yang semakin besar,” terang Widmer.
Meski tentu saja, dia tidak memprediksi adanya pergerakan signifikan dalam waktu cepat. Saat ini, para investor di negara-negara maju masih menjadi pembeli marjinal yang membuat emas cenderung dibeli dan dijual dalam jumlah besar.
Widmer mengatakan, terungkapnya normalisasi ekonomi makro global dan implikasinya untuk tarif/inflasi harus mampu menahan harga emas yang tengah merosot.
Julian Phillips, dalam bukunya `Gold and Silver Market Morning` menjelaskan, tidak semua pembeli emas di Asia dan perak memperoleh keuntungan dalam jangka pendek. Tapi sebagian besar mempercayainya sebagai bentuk investasi jangka panjang.

(liputan6.com)