PT Solid Gold Berjangka  |IHSG Menguat di Akhir Oktober

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (31/10/2016), IHSG menguat 12,27 poin atau 0,23 persen ke level 5.422,542. Indeks saham LQ45 menguat 0,07 persen ke level 927,100. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 168 saham menguat sementara 158 lainnya melemah dan sebanyak 88 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 301.179 kali dengan volume perdagangan mencapai 16,1 miliar. Nilai transaksi harian saham Rp 6,4 triliun. Investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 200 miliar di pasar reguler.
Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau, dengan penopang terbesar sektor tambang yang naik 1,15 persen dan sektor saham perdagangan bertambah 1,10 persen. Sektor saham konstruksi naik 0,82 persen.

Sementara yang melemah antara lain sektor saham manufaktur yang tergelincir 0,16 persen dan sektor saham perdagangan merosot 0,10 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham BUMI naik 25,15 persen ke level Rp 214 per saham, saham JKSW menanjak 20,31 persen ke posisi Rp 77 per saham dan saham RDTX naik 20 persen ke level Rp 9.300 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain LMPI yang melemah 9,66 persen ke Rp 159 per saham, saham BUMI tergelincir 9,52 persen ke Rp 171 per saham, dan saham MDKA susut 8,5 persen ke level Rp 2.040 per saham.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya sebelumnya menuturkan kondisi pola pergerakan IHSG masih dipengaruhi penantian terhadap rilis data ekonomi awal bulan dan laporan kinerja kuartal III 2016. Ditambah fluktuasi harga komoditas.

“Rilis data ekonomi terutama pertumbuhan ekonomi juga merupakan salah satu hal yang dinanti investor. Melihat dari kondisi ekonomi yang memiliki kecenderungan stabil, ini juga dapat memberikan sentimen positif terhadap pola pergerakan IHSG,” ujar dia dalam ulasannya.

Harga Minyak Dunia Topang Penguatan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan saham selama sepekan. Laju IHSG dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia.

Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menerangkan, selama sepekan harga minyak dunia masih cenderung tertekan. Menurut dia, hal tersebut justru berimbas positif ke pasar modal karena aksi spekulasi mereda.

“Jadi pasar khawatir minyak tinggi, akhirnya spekulasi,” kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (31/10/2016).

Dia menambahkan, saat ini kondisi dalam negeri masih minim sentimen. Oleh karenanya, pergerakan IHSG tergantung kondisi global.

“Pada dasarnya kinerja dalam negeri masih minim sentimen,” imbuh dia.

Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak pada support 5.395 dan resistance di level 5.450.

Sebagai informasi, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat 0,07 persen pada pekan lalu (17 Oktober sampai 21 Oktober 2016) menjadi Rp 5.853,18 triliun. Pada pekan sebelumnya, kapitalisasi pasar di BEI Rp 5.848,97 triliun.

Kepala Komunikasi Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, kenaikan kapitalisasi pasar di BEI juga sejalan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu.

“IHSG bergerak menguat tipis 0,02 persen ke posisi 5.410,27 dari 5.409,24 poin di sepekan sebelumnya,” kata dia.

Dia menerangkan, kondisi pasar modal pada pekan kemarin positif. Itu terlihat dari rata-rata nilai, volume, serta frekuensi perdagangan saham yang melesat cukup tinggi.

Rata-rata nilai transaksi harian pekan kemarin naik 23,94 persen menjadi Rp 8,7 triliun dari pekan sebelumnya Rp 6,84 triliun. Rata-rata volume transaksi harian saham naik 43,88 persen menjadi 19,40 miliar saham dibandingkan pekan sebelumnya 13,48 miliar saham.

“Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian pada pekan ini tumbuh 15,83 persen menjadi 324,64 ribu kali transaksi dari 280,27 ribu kali transaksi di pekan lalu,” jelas dia.

Dia menyebutkan, total frekuensi dan volume transaksi perdagangan saham pada pekan ini juga telah menembus rekor baru di BEI.”Dengan catatan di level 428.640 kali transaksi dan 39,04 miliar unit saham,” tandas dia. (RDI – PT Solid Gold Berjangka)