solid-goldberjangka.com – Laju IHSG hingga penutupan sore nanti diprediksi menguji support 4.830 dan resisten 4.930. Meski begitu, enam saham disodorkan sebagai bahan pertimbangan. Apa saja?

David Sutyanto, analis riset First Asia Capital mengatakan, aksi jual asing kembali berlanjut terutama terhadap saham-saham unggulan di sektor perbankan dan telekomunikasi. “IHSG ditutup terkoreksi 52,093 poin (1,05%) di 4.885,083,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Koreksi tersebut, lanjut dia, menyusul berlanjutnya aksi ambil untung pemodal asing yang kemarin mencatatkan nilai penjualan bersih Rp778,38 miliar. “Memburuknya kondisi ekonomi nasional dimanfaatkan oleh pemodal asing melakukan aksi jual lanjutan,” ujarnya.

Memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri, menurut David, ditandai dengan membesarnya defisit neraca perdagangan April hingga US$1,96 miliar. “Apalagi, dengan sentimen politik dalam negeri menjelang pemilihan presiden Juli mendatang,” papar dia.

David menjelaskan, naiknya defisit neraca perdagangan April lalu telah meningkatkan kekhawatiran membengkaknya defisit transaksi berjalan (CAD) kuartal II-2014 melampaui kuartal I-2014 yang mencapai US$4,19 miliar.

Hal tersebut juga telah menekan pergerakan rupiah atas dolar AS pekan lalu hingga mendekati level 11.900. “Akibatnya, pasar mengkhawatirkan Bank Indonesia (BI) akan menaikkan tingkat bunga acuannya 25 bps menjadi 7,75% dalam waktu dekat,” tuturnya.

Sementara Wall Street tadi malam, kata dia, kembali melanjutkan tren penguatannya namun terbatas. Indeks Dow Joes Industrial Average (DJIA) dan S&P masing-masing menguat 0,11% dan 0,09% ditutup di level tertinggi baru masing-masing di 16.943,10 dan 1.951,27.

Pada perdagangan Selasa (10/6/2014), David memperkirakan, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melanjutkan koreksi. IHSG akan menguji support di 4.830 dan resisten di 4.930. “Pasar saat ini tengah menanti putusan BI mengenai tingkat bunga acuan (BI Rate),” imbuhnya.

Secara teknikal, kata dia, support pertama IHSG berada di level 4.830 dan support kedua di angka 4.800. Di sisi lain, resisten pertama di angka 4.900 dan resisten kedua di angka 4.930.

Di atas semua itu, David menyodorkan enam saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

1. PT Astra Internasional (ASII)

Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp7.100-7.500, trading buy, stop loss di Rp7.050.

2. PT Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran Rp5.350-5.600, trading buy, stop loss di Rp5.300.

3. PT Gudang Garam (GGRM)

Saham PT Gudang Garam (GGRM) dalam kisaran Rp53.550-54.800, trading buy, stop loss di Rp53.300.

4. PT Adaro Energy (ADRO)

Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp1.250-1.320, buy on weakness, stop loss di Rp1.240.

5. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

Saham PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) dalam kisaran Rp1.240-1.320, buy on weakness, stop loss di Rp1.210.

6. PT Timah (TINS)

Saham PT Timah (TINS) dalam kisaran Rp1.350-1.440, buy on weakness, stop loss di Rp1.330

(inilah.com)