SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Intraday terendah 5.060,043 dan tertinggi 5.110. Nilai transaksi mencapai Rp5,04 triliun. Investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp2,5 trliun dan penjualan senilai Rp2,3 triliun. Alhasil, asing masih mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp160,6 miliar.

“Apes nasib IHSG di akhir pekan jelang libur Lebaran yang harus berakhir di zona merah seiring pelemahan rupiah. Padahal laju bursa saham Asia sedang hijau merekah dan asing masih mencatatkan nett buy,” kata Reza Priyambada, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) kepada INILAHCOM di Jakarta, Minggu (3/8/2014).

Akan tetapi, kata dia, sepertinya pelaku pasar lokal lebih agresif untuk jualan. “Tampaknya mudik Syndrom (mulai tidak fokus di pasar karena lebih memikirkan liburan) menghinggapi sebagian pelaku pasar yang lebih memilih mengamankan posisi karena khawatir nantinya sepanjang libur Lebaran ada sentimen-sentimen negatif yang mungkin saja muncul,” papar dia.

Padahal jikapun benar ada sentimen negatif, menurut dia, toh pasar saham domestik masih libur dan tidak akan terkena dampaknya. “Jadi pelemahan tersebut lebih dikarenakan kecenderungan untuk mengamankan portofolio sehingga ketika nantinya pascalibur Lebaran ada amunisi untuk kembali mengakumulasi saham, dengan asumsi pascalibur Lebaran diwarnai sentimen positif,” ungkap dia.

Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Senin (4/8/2014), IHSG berada pada rentang support 5.045-5.064 dan resisten 5.102-5.115. “Hammer menjauhi upper bollinger band (UBB),” ujarnya.

Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung mengalami penurunan dengan histogram positif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik turun. “Laju IHSG mampu masuk dalam kisaran target resisten (5.109-5.135) dan sempat turun ke target support (5.050-5.065),” tuturnya.

Menurut dia, IHSG akan dihadapkan pada sentimen dari rilis data-data BPS di awal bulan dan imbas sell-off bursa saham global. “Meski diharapkan dapat menguat terbatas namun, tetap mewaspadai imbas sell-off dari bursa saham global seiring kurang baiknya kondisi yang ada,” imbuhnya.

Di atas semua itu, Reza menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

1. PT Bank Negara Indonesia (BBNI)

Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp4.980-5.225. Morning star lewati Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) berbalik naik diikuti kenaikan stochastic. Maintained buy selama berada di atas Rp5.075.

2. PT Astra Internasional (ASII)

Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp7.500-7.825. Dragonfly doji di atas Middle Bollinger Band (MBB). Volume meningkat diiringi kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp7.700.

3. PT Jasa Marga (JSMR)

Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp6.350-6.550. Shooting star di bawah upper bollinger band (UBB). William’s %R naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp6.400.

4. PT Unilever Indonesia (UNVR)

Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp30.575-31.375. Spinning ke bawah Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak turun diiringi RoC yang juga turun. Buy on weakness jika di bawah Rp30.675.

5. PT Astra Agro Lestari (AALI)

Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp26.550-27.075. Shooting star di atas Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik, diikuti berbalik naik stochastic. Maintained buy selama berada di atas Rp26.650.

6. PT Express Transindo Utama (TAXI)

Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp1.340-1.395. Spinning di area UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak naik diimbangi naiknya william’s %R namun, MFI bergerak turun. Trading buy selama berada di atas Rp1.350.

7. PT Viva Media Asia (VIVA)

Saham PT Viva Media Asia (VIVA) dalam kisaran Rp228-300. Spinning di atas Middle Bollinger Band (MBB). Gap Rp232-233. Volatility naik diikuti kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp260.

(inilah.com)