Solid Gold Berjangka – Investor Handal Tidak Miliki 5 Sikap Ini

SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Di antara banyaknya jenis investasi di Indonesia, properti masih dinilai sebagai instrumen yang paling menjanjikan.

Bagaimana tidak, suatu saat harga emas bisa saja naik dan turun. Sedangkan dalam keadaan buruk sekalipun, jarang ditemui ada properti yang dihargai jauh di bawah harga pasaran, setidaknya di Indonesia.

Tidak cuma itu, properti pun diyakini mampu menghasilkan keuntungan menggiurkan apabila si investor mengetahui semua ilmu dan seluk – beluk bisnis riil ini.

Sebaliknya jika melakukan kesalahan, bukan keuntungan yang diraih, tetapi kerugian yang akan datang. Seperti apa contoh kesalahan yang sebaiknya dihindari investor? Berikut ulasannya :

Kurang Menguasai Pasar Lokal

Salah satu sifat pasar properti adalah localized alias bersifat lokal. Pasar properti di satu tempat bisa saja berbeda dengan tempat lain.

Maka dari itu, jika investor tidak tahu kondisi terkini pasar properti di satu area, sebaiknya dengarkan saran ahli yang mengetahui persis keadaannya.

Saran ahli sendiri bisa ditemui di kantor agensi di suatu lokasi. Misal, bila ingin berinvestasi di kawasan Bintaro, setidaknya datangi satu atau dua kantor agensi properti yang ada di sana dan cari tahu perkembangan bisnis propertinya.

Percaya Diri Berlebihan

Percaya diri sebenarnya sah – sah saja asalkan masih dalam kadar yang sesuai. Sebab umumnya, investor yang terlalu percaya diri tidak akan mau mendengar bahkan menerima pendapat orang lain. Sudah pasti hal ini akan membahayakan diri sendiri bagi seorang investor properti.

Alangkah lebih baiknya bila investor mau mengikuti berbagai seminar properti yang menampilkan sejumlah narasumber berpengalaman. Dengan begitu, kepercayaan diri bisa dipupuk beriringan dengan pengetahuan tinggi.

Hanya Ikut – ikutan

Inilah salah satu contoh sikap yang semestinya tidak dianut seorang investor. Jangan terjun ke dunia properti hanya karena ikut – ikutan kerabat ataupun sahabat lama yang menekuni bisnis ini. Apalagi fokus utama hanya soal untung, untung, dan untung.

Padahal rumus berinvestasi yang benar adalah mampu menganalisa pasar, menemukan lokasi tepat, dan masih banyak lagi. Karena, investasi yang tidak dibarengi dengan keterampilan bisa mengakibatkan si investor merugi.

Perfeksionis

Mempercantik rumah atau apartemen sebelum menjual maupun menyewakannya adalah langkah yang baik. Kemungkinannya, properti yang dipasarkan dalam keadaan rapi dan terawat bisa mendongkrak harga jual.

Akan tetapi tidak berarti investor wajib merenovasi secara keseluruhan. Pasalnya, ada beberapa langkah renovasi yang kurang menaikkan harga, namun justru membebankan biaya.

Salah Waktu

Untuk membeli, menjual, atau menahan properti, investor harus mengetahui saat yang tepat. Sebuah kesalahan jika investor membeli properti di saat terjadi booming properti, karena harganya pasti tinggi.

Waktu yang tepat membeli properti adalah saat era kejayaan properti lewat dan harga turun – SOLID GOLD

Sumber : economy.okezone