SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Perjuangan keras harus dialami bocah laki-laki yang lahir di Muridke desa terpencil di luar wilayah Lahore, Pakistan. Setelah ditinggal sang ayah entah kemana dan ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, bocah asal Pakistan ini menghabiskan masa kecilnya sebagai buruh di sebuah pabrik karpet.

Selama menjadi buruh karpet, Iqbal mendapat perlakuaan kasar dari nyonya pemilik pabrik karpet. Setiap harinya Iqbal hanya mendapat jatah makan yang sangat sedikit. Ia bahkan sempat disekap di sebuah makam sumur tua dengan kondisi licin, lembab dan gelap selama 3 hari.

Usahanya untuk melarikan diri terus ia lakukan namun sayangnya selalu gagal. Saat usianya menginjak 10 tahun ia berhasil melarikan diri dan bergabung dalam Front Pembela Buruh Pakistan (BLFF). Ia juga pergi ke Amerika untuk menyampaikan aspirasinya demi pembebasan buruh.

Keikutsertaannya dalam BLFF, berhasil membebaskan 3.000 anak-anak yang mengalami kejadian serupa dengannya. Na’as pada minggu 16 April 1995, tepat di usianya menginjak 12 tahun ia ditemukan tewas dengan luka tembakan di bagian belakang dengan senjata laras panjang saat ia tengah bersepeda dengan temannya. Diduga pelaku pembunuhan itu mafia karpet.

Berkat perjuangannya dalam pembebasan buruh, Iqbal dianugerahi sebuah penghargaan atas kepahlawanan di Januari 2009 dan penghargaan Hak Asasi Manusia pada tahun 1994.

Latar belakang ekonomi dan keluarga yang nyaris tak sempurna, ternyata dapat melahirkan sosok anak yang memiliki kegigihan dan kebaikan. Meski tragis, Iqbal dapat membawa dampak baik dan perubahan – SOLIDGOLD

(http://www.dream.co.id/)