SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa pembunuhan tiga komandan Hamas ini adalah “kejahatan Israel” yang tidak akan “memperlemah resistensi atau menngendurkan keberanian rakyat Palestina,” seperti dilaporkan oleh Middle East News Agency (MENA), kantor berita Mesir.

Moussa Abu Marzouk, deputi pemimpin biro politik Hamas dan anggota tim perunding Palestina, bilang di akun Facebook-nya pada Rabu kemarin, bahwa serangan Israel itu juga membunuh isteri dan bayi dari Mohamed Deif, komandan brigade Al-Qassam.

Israel dan faksi-faksi Palestina saling menyalahkan porak porandanya perundingan gencatan senjata selama 24 jam pada Selasa larut malam, yang ternyata kembali memicu konflik bersenjata.

Sebelumnya, kesepakatan berhenti menembak selama 72 jam dan gencatan senjata selama lima hari tersebut dimaksudkan agar tersedia waktu cukup untuk perundingan bagi kedua musuh bebuyutan ini untuk bisa mencapai kesepakatan damai. Namun, tidak ada satu poin pun kesepakatan gencatan senjata yang dicapai hingga sekarang.

Bahkan PM Israel Netanyahu dengan lantang mengatakan, tak akan ada gencatan senjata permanen bila faktor keamanan Israel masih belum bisa dipenuhi Hamas. Dan apabila poin-poin yang dirundingkan dipenuhi Hamas, Israel harus terlebih dulu menyetujuinya.

Dalam pernyataan pers yang diterbitkan Rabu pagi, kementerian luar negeri Mesir menyatakan “penyesalan mendalam” atas terpicunya konfrontasi bersenjata antara faksi-faksi Palestina dan Israel di wilayah Jalur Gaza yang sudah tercabik-cabik itu.

Kairo mengingatkan bahwa bentrok bersenjata “pasti akan menimbulkan korban di kalangan warga sipil tak berdosa.”

“Mesir memelihara hubungan bilateral baik dengan pihak Palestina maupun Israel untuk mendesak mereka menyepakati kesepakatan gencatan senjata baru dan melanjutkan keterlibatan mereka dalam negosiasi,” tulis pernyataan yang menekankan pentingnya meneruskan apa yang sudah dicapai dalam perundingan tak langsung selama ini.

(inilah.com)