SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Pria misterius itu memberikan sepatu kepada penumpang bus yang hanya mengenakan plastik untuk membungkus kakinya.

Enam belas tahun menjadi sopir, baru kali ini Surjit Singh Virk melihat penumpang seperti ini. Bajunya kumal, Pria itu duduk di bangku penumpang. Dia memakai kaos oblong hitam. Celana coklat. Tidak seperti penumpang lain, dia tak memakai sepatu. Kakinya dibungkus plastik penutup kepala. Bus itu melaju di rute 341 di Vancouver, Kanada.

Sabtu 9 April 2014, Surjit memang tidak sedang di kemudi. Dia menumpang bus itu karena sedang libur kerja. Dan baru saja menghadiri parade kaum Sikh di Kota Surrey. Seperti biasa bus itu melaju di tengah keramaian kota.

Lalu terjadilah pemandangan yang mengharukan ini.Seorang pria bergamis putih berlapis jaket hitam memerhatikan sepatunya sendiri. Pria muslim itu segera melepas sepatu dan kaos kakinya dan kemudian menyerahkannya kepada Pria itu. Padahal mereka tidak saling kenal.

“Itu membuat hatiku meleleh,” tutur Surjit dikutip Dream dari Toronto Sun, Kamis 24 April 2014.

“Dia melepas sepatu dan kaos kaki dan berkata: Anda dapat mengambil ini, jangan khawatirkan saya. Saya sudah dekat dan bisa jalan kaki,” katanya mengulang ucapan pria misterius itu. Pria itu kemudian berjalan dengan bertelanjang kaki.

Bertahun-tahun menjadi sopir, Surjit sudah terbiasa melihat ketidakpedulian para penumpang. “Orang-orang biasanya tidak peduli atau bahkan tidak melihat orang lain dalam bus. Para penumpang itu bahkan tidak ingin duduk di sebelah penumpang kumal itu karena cara dia berpakaian,” ujar Surjit.

Tak hanya Surjit. Kebaikan pria misterius itu juga menggetarkan dunia maya di Vancouver. Sejumlah pengguna media sosial memberikan apresiasi atas kepedulian Pria itu.

Usut punya usut, pria misterius yang baik hati itu merupakan warga Surrey. Tinggal di sekitar masjid B.C. Muslim Association. Usianya baru 27 tahun.

Namun, saat ditelepon pria itu menolak meminta identitasnya dipublikasikan. Sebab, menurut Islam yang dia yakini bersedekah sebaiknya tidak ditunjukkan kepada orang lain. Namun dia bersedia fotonya dipakai untuk kepentingan media.

“Saya merasa lebih buruk dari orang itu. Dia hanya menggunakan plastik penutup kepala di kakinya. Saya hanya perlu berjalan dua menit menuju rumah saya. Sehingga saya fikir bisa memberikan sepatu saya kepadanya,” tutur Pria itu – SOLIDGOLD

(http://www.dream.co.id/)