SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Emas mencatat presentase kenaikan harian terbesarnya lebih dari atu pekan karena menutup posisi jangka pendeknya, sehari setelah logam kuning tersebut melemah ke tujuh pekan pada ekspektasi The Fed menaikan suku bunga AS awal Juni mendatang.

Sebuah reli harga minyak dan jatuhnya dolar yang mendukung sentiment menjelang libur akhir pekan panjang di Inggris, menurut para analis emas naik 0,4 persen menjadi $ 1,228.95 per ounce di 0648 GMT, pada kenaikan terbesarnya sejak 17 Mei, logam jatuh ke level terendahnya $ 1,217.25 pada hari rabu sejak 6 April.

Ronal Leung sebagai Kepala dealer di Lee Cheong Hongkong menuturkan,  Hari ini telah terjadi sedikit pemulihan yang di sebabkan lemahnya penutupan harga minya pada hari rabu untuk perdagangan ke level US $ 50 yang menunjang kenaikan harga emas.

Kontrak berjangka minyak jenis Brent meningkat di atas $ 50 per barel pada hari kamis untuk pertama kalinya dalam hamper tujuh bulan terakhir, peningkatan tersebut disebabkan pemerintah AS yang memperlihatkan data penarikan fasilitas yang lebih tajam dari yang di perkirakan dalam untuk cadangan minyak mentah pada minggu lalu.

Prospek sebuah kenaikan suku bunga seperti yang diindikasikan ole The Fed dalam hasil rapat yang di rilis pada pekan lalu, dan penguatan Dolar AS telah mendorong Emas turun 5 persen selama bulan Mei, menempatkan sesuai rencana untuk penurunan bulanan terbesarnya sejak November.

Emas sangat sensitive terhadap suku bunga yang meningkat, dan meningkatkan peluang beban asset unggulan non-bunga. Ketua The Fed akan berpidato pada hari Jumat, dan akan mempertegas perkiraan bahwa bank sentral berpotensi meningkatkan suku bunga pada awal bulan depan atau awal bulan Juli – SOLIDGOLD BERJANGKA

Sumber : Reuters