SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Pekan lalu, meski harga emas diprediksi menguat, tapi harga emas ternyata bergerak melemah pada perdagangan Jumat di New York Mercantile Exchange. Sepanjang pekan lalu, harga emas menurun sebesar US$ 19 per ounce.

Para partisipan menilai harga emas akan semakin tinggi dipicu ketegangan geopolitik yang semakin memanas. Situasi geopolitik yang tragis di jalur Gaza dan Ukraina memang berdampak baik pada pergerakan harga emas.

“Di saat bersamaan, pasar juga mendapat dukungan dari dampak pengurangan dana stimulus Bank Sentral AS (The Fed),” ungkap CEO Adrian Day Asset Management, Adrian Day.

Sementara para investor yang menilai rendahnya harga emas justru merespon terbalik kekhawatiran geopolitk yang terjadi.

“Ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Ukraina serta Israel dan Palestina hanya dapat membuat harga emas menguat satu persen saja. Sementara itu, selama beberapa waktu ke belakang secara teknis harga emas bergerak melemah. Dan itu akan berlanjut pekan ini di kisaran US$ 1.275-US$ 1.350 per ounce,” ungkap analis harga emas Ken Morrison.

(liputan6.com)