solid-goldberjangka.com – Lebih dari seribu warga Kompleks Batalion Siliwangi RT 01, 02, dan 09 RW 10, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, yang menjadi korban kebakaran ditawari untuk tinggal di rumah susun sederhana (Rusunawa).

Hal itu lantaran sebanyak 150 rumah warga yang terbakar berdiri di atas lahan milik Komando Daerah Militer Jakarta Raya (Kodam Jaya).

Camat Kramat Jati, Dian Purfanto, mengatakan akan bermusyawarah dengan warga untuk mencari solusi terbaik agar mereka mendapat tempat tinggal tanpa mengganggu kepentingan Kodam Jaya. Salah satu solusi yang akan ditawarkan adalah dengan merelokasi warga ke rusunawa.

“Tapi ini hanya salah satu solusi yang kami tawarkan. Mungkin masih ada opsi lainnya. Rencananya rembug dengan warga ini akan dilakukan hari ketiga paska kebakaran atau hari ini,”

Hingga kini, Dian mengaku, belum mengetahui secara pasti jumlah warga yang rencananya akan direlokasi ke rusunawa. Dian menyatakan, saat ini, pihaknya tengah mendata jumlah warga yang memiliki KTP DKI karena sesuai dengan ketentuan, agar bisa menempati rusunawa.

“Sementara yang terdampak kebakaran tidak seluruhnya memiliki KTP DKI,” tegasnya.

Selain mengenai relokasi, dalam pertemuan nanti, pihaknya juga akan bermusyawarah mengenai dapur umum. Menurut dia, dapur umum penting karena bantuan berupa makanan siap saji yang disalurkan PMI dan Dinas Sosial hanya akan berlangsung selama satu minggu. Sementara, pascakebakaran, warga harus kembali beraktifitas.

“Nanti akan dimusyawarahkan agar dapur umum yang didirikan tidak mengganggu aktifitas warga,” jelasnya.

Dian mengaku, berupaya membantu warga yang terkena musibah. Namun, pihaknya tak dapat berbuat banyak karena status lahan tersebut merupakan milik Kodam Jaya.

“Kami bisa saja membantu warga membangun kembali rumahnya tapi lahan itu statusnya milik Kodam. Kami khawatir akan ada benturan kepentingan nantinya,”

(okezone.com)