solid-goldberjangka.com – Mary Teresa Barra. Wanita cantik berusia 52 tahun ini, didaulat sebagai chief executive officer (CEO) General Motors (GM). Jabatan inilah yang menempatkan dirinya sebagai wanita pertama yang memimpin perusahaan mobil global.

Bagi banyak orang, Mary memang pantas duduk di kursi CEO. Pasalnya, ibu dua anak ini melewati sepanjang perjalanan karirnya di GM. Ketika itu, pada 1980, dia bergabung sebagai seorang mahasiswa teknik listrik di Kattering University, sebuah lembaga pendidikan yang didirikan GM. Di universitas ini, Mary menembus pendidikan ikatan dinas pada divisi sains, teknologi, engineering dan matematika.

Wanita kelahiran Waterford, Michigan, 24 Desember 1961 ini, lulus lima tahun kemudian dengan gelar Bachelor of Science. Lingkungan GM sendiri sudah sangat akrab dengan Mary. Ayahnya, Ray Makela, merupakan karyawan bagian teknik mesin GM Divisi Pontiac. Tak heran, Mary lahir dan besar di lingkungan pabrik GM di Detroit. Dia juga kadang diajak si ayah berkeliling ke showroom untuk melihat model-model Pontiac terbaru.

Seperti ayahnya, saat memasuki dunia kerja, Mary ditempatkan di divisi merek Pontiac. Kecerdasannyalah yang menghantarkan dia meraih sejumlah jabatan prestisius.

Mengawali karir sebagai manajer pabrik, direktur eksekutif teknik dan mengepalai divisi sumber daya manusia. Bahkan, pada 1988, dia mendapat beasiswa dari GM untuk mengambil gelar master di bidang Administrasi Bisnis dari Stanford Graduate School of Business.

Gelar master pun melekat padanya sejak 1990. Sesudahnya karir Mary kian melaju. Dia pernah menduduki jabatan sebaga Executive Vice President dalam bidang pengembangan produk global serta pengaturan rantai pasokan GM.

Tantangan Luar Biasa

Mary memiliki minat besar untuk memberdayakan karyawannya agar dapat bekerja dengan baik dan tidak menghasilkan mobil murahan. Di mata karyawan, Mary dikenal sebagai seorang manajer yang membuat keputusan-keputusan sulit, namun tetap mampu membuat orang mengikuti kepemimpinannya dan bekerja sebagai sebuah tim yang solid. Dia juga dikenal sebagai figur yang flamboyan, tetapi tegas dalam bersikap dan mampu menyelesaikan beragam masalah. Sebagai pekerja keras dia selalu ada di kantor sejak pukul enam pagi.

Sebagai CEO, GM memberikan Mary gaji yang lumayan besar. Dalam laporan kepada U.S. Securities and Exchange Commission, disebutkan Mary akan mendapatkan gaji pokok tahunan sebesar US$1,6 juta ditambah insentif jangka pendek US$2,8 juta. “Saya tidak pernah meminta jabatan ini. Tetapi lakukan semua pekerjaan dengan rasa suka,” katanya.

Bagi Mary, jabatan CEO memberikan tantangan yang luar biasa. Sebab, pada 2010, GM sempat mengalami kebangkutan dan berupaya cukup keras untuk keluar dari situasi tersebut. Dia bisa mengembalikan kepercayaan konsumennya di Eropa sekaligus menggenjot pemasarannya di Asia. Tantangan terbesar bagi Mary adalah memastikan pengembangan line-up produk-produk GM.

Di bawah kepemimpinannya ketika masih di divisi pengembangan produk, GM meluncurkan mobil-mobil truk pikap dan Chevrolet Impala, mobil yang mendapatkan rating tinggi dari majalah konsumen berpengaruh di Amerika Serikat, Consumer Reports. Karena sepak terjangnya, Majalah Fortune menganugerahi Mary gelar “World’s Most Powerfull Woman in Business”.

(inilah.com)