SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Mereka berpikir kesempatan travelling mereka akan ada setelah mereka sudah lebih tua dan dewasa nantinya. Padahal, sebaliknya justru masa muda lah yang merupakan masa paling tepat untuk melakukan travelling. Pada kenyataannya, justru banyak orang yang menyesal di masa tuanya karena tidak memanfaatkan masa mudanya untuk travelling. Pertanyaannya, mengapa masa muda disebut sebagai saat yang tepat untuk melakukan travelling sesering mungkin? Berikut adalah alasannya:

1. Masih Bisa Berkembang
Masa muda adalah masa dimana karkater seseorang sedang berkembang menuju kedewasaan yang sempurna. Pada saat ini, banyak hal yang dapat berubah pada diri seseorang. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi karakter setiap orang. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah pengalaman. Apa saja yang dikerjakan dan apa saja yang dilalui oleh seseorang ketika muda akan membentuk kepribadiannya di masa tua.

Dengan melakukan travelling, akan ada banyak kejadian dan pengalaman yang dapat dialami oleh seseorang. Banyak hal berharga yang bisa mereka pelajari. Hal-hal positif tersebut lah yang kemudian akan membantu pembentukan karakter seseorang. Jika mendapat banyak pengaruh dari pengalaman yang positif, maka kemungkinan besar orang tersebut juga akan memiliki karakter yang positif pula. Dengan kata lain, travelling di masa muda dapat membuat kita menjadi orang yang lebih baik di masa depan.
Sebaliknya, jika sudah cukup tua dan kedewasaannya sudah matang, karakter seseorang sudah cenderung lebih stabil. Semakin tua seseorang, semakin kecil kemungkinan kepribadiannya dapat dirubah. Maka, pengalaman apapun yang dirasakannya saat travelling tidak akan banyak merubah karakternya.

2. Mengenal Diri Sendiri
Orang-orang di masa muda cenderung lebih mudah terbawa arus dan mengikuti trend yang ada. Hal ini karena banyak di antara mereka yang belum berhasil mengenal dirinya sendiri. Mereka belum tahu apa yang mereka suka, apa yang mereka inginkan, dan apa yang bisa dilakukan untuk itu. Mengikuti trend adalah satu-satunya jalan keluar instan yang bisa mereka temukan. Sekedar mengikuti arus justru akan menyesatkan. Selain bisa membuat kita terjerumus pada hal-hal yang negatif, mengikut arus juga akan membuat kita berakhir di keadaan yang tidak begitu kita sukai.
Dengan bertravelling, tidak ada arus yang kuat mengalir di sekitar kita. Kita harus belajar mencari jalan kita sendiri-sendiri. Dengan begini, kita memiliki kesempatan untuk berpikir tentang kemana kita ingin melangkah, apa yang kita ingin lakukan, dan bagaimana kita dapat melakukannya.

Travelling sendirian akan memberi kita banyak waktu untuk merenung. Kita dapat mengingat apa saja yang telah kita lakukan. Kita bisa memikirkan kembali hal tersebut dan berpikir apakah hal tersebut sudah benar atau belum. Kita juga bisa membayangkan bagaimanakah keadaan yang kita inginkan di masa depan. Pada saat berkegiatan selama bepergian, kita juga bisa lebih mudah menyadari apakah kita benar-benar menikmati kegiatan tersebut atau tidak. Intinya, travelling akan memancing kita untuk lebih mengenal diri sendiri sehingga kita dapat menentukan bagaimana langkah kita selanjutnya.

3. Sehat, Kuat, dan Bugar
Usia muda adalah usia yang produktif. Pada saat itu, seseorang cenderung memiliki tubuh yang masih sehat dan belum memiliki penyakit ataupun gangguan fungsi tubuh. Tulang-tulangnya masih solid dan kuat. Orang-orang muda juga cenderung memiliki stamina dan energi yang tinggi, sehingga badan tidak mudah lelah.

Sebaliknya, orang yang sudah tua cenderung memiliki lebih banyak keterbatasan pada fisiknya. Gangguan kesehatan mulai banyak menyerang, seperti diabetes, darah tinggi, maag, dan rabun penglihatan. Selain itu, tulang mereka pun sudah tidak sesolid dahulu lagi, bahkan bisa juga mulai keropos. Stamina dan energi juga sudah menurun. Itu berarti, mereka tidak bisa lagi bergerak seaktif saat mereka masih muda dulu.
Untuk itu, selama kita masih muda, kita harus dapat memanfaatkan segala keuntungan fisik yang kita miliki. Dengan badan yang sehat dan bugar, kita tidak perlu khawatir untuk mendaki gunung, lompat dengan bungee jumping, ataupun menyelam ke dasar laut. Kita juga masih mampu berjalan kaki seharian untuk menikmati kota tanpa merasa pegal dan terengah-engah.

4. Bebas dari Zona Nyaman
Zona Nyaman adalah suatu jebakan yang dapat menghalangi seseorang dari kesuksesan dan segala macam pencapaian hidup yang lebih tinggi. Banyak orang yang yang sudah mendapatkan kenyamanan di masa mudanya, kemudian malas untuk bergerak dan cenderung diam disana sampai mereka tua. Padahal, jika mereka berani mengambil resiko, akan ada lebih banyak hal positif yang bisa mereka raih. Selain itu, semakin lama seseorang berada di dalam zona nyaman, akan semakin betah mereka untuk tinggal di dalamnya. Ini berarti, akan semakin sulit bagi mereka untuk melepaskan diri dan pergi meninggalkan zona tersebut.

Travelling di masa muda adalah salah satu kegiatan yang cukup beresiko dan cenderung sulit untuk dilakukan jika belum terbiasa. Kesulitan tersebut bisa berupa sulit mengatur waktu, sulit mengatur uang, takut berada di tempat asing sendirian, dan lain sebagaianya. Karena itu, travelling adalah salah satu kegiatan yang efektif untuk membebaskan seseorang dari zona nyamannya.
Travelling dapat melatih kita menjadi terbiasa hidup di luar zona nyaman. Dengan begitu, pada saat lebih tua nanti, kita akan cenderung siap dan berani untuk menghadapi kesempatan dan tantangan baru dalam hidup. Hal inilah yang dapat membuka lebih jalan bagi kita untuk meraih kesuksesan di masa depan nanti.

5. Belum Ada Beban
Semakin tua seseorang, tanggung jawabnya juga akan semakin besar, semakin berat, dan semakin banyak. Sebagai contoh, ketika masih anak-anak, tugas kita hanyalah belajar dengan baik di sekolah dan menuruti apa kata orang tua. Kemudian ketika sudah selesai kuliah, kita harus mulai belajar menghidupi diri sendiri. Setelah berkeluarga nanti, kita akan dipusingkan dengan cicilan rumah, mengurus anak, dan pekerjaan di kantor yang semakin menyibukkan.

Semakin banyak beban tanggung jawab yang dipikul seseorang, akan semakin menyulitkannya untuk bergerak. Ini berarti, merencanakan travelling akan semakin lebih sulit. Bisa kita bayangkan, setelah lebih tua nanti, kita tidak bisa begitu saja menghabiskan uang tabungannya kita untuk ke Spanyol karena harus bayar biaya sekolah anak. Kita juga tidak mungkin mengepak ransel hari ini dan langsung berangkat ke Lombok bersama teman-teman karena harus menyelesaikan proyek penting di kantor.
Ketika masih muda, kita cenderung hanya perlu bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Sebagian besar uang dan waktu kita masih kita habiskan untuk diri sendiri. Pekerjaan pun cenderung belum terlalu mengikat. Maka dari itu, akan jauh lebih mudah bagi kita untuk merencanakan travelling. Bahkan, kita masih punya banyak kesempatan untuk bepergian secara spontan tanpa perencanaan yang detail sekalipun.

6. Menghargai Keragaman
Saat mengunjungi tempat yang asing, kita akan melihat bahwa kehidupan disana cukup berbeda dengan kehidupan kita. Perbedaan tersebut bisa berarti banyak hal, misalnya, perbedaan selera makanan, perbedaan iklim, perbedaan adat dan etika, dan masih banyak hal lain. Apa yang biasa kita anggap penting di tempat kita berasal, bisa jadi merupakan hal yang sepele di tempat lain. Selain itu, cara kita memandang hidup juga bisa jadi jauh berbeda dengan cara mereka memandang hidup.

Semakin jauh kita bepergian, akan semakin berbeda keadaan yang kita temui. Semakin sering kita mengunjungi tempat baru, semakin beragam kehidupan yang bisa kita lihat, ketahui, dan pelajari. Akhirnya, kita akan memahami dan terbiasa dengan keragaman tersebut. Dengan terbiasa dengan keragaman, kita akan cenderung lebih menghargai perbedaan.
Menghargai perbedaan berarti menghargai orang lain. Dengan menghargai orang lain, kita berarti menjadi pribadi yang lebih baik dan menyenangkan. Menghargai orang lain akan membuat orang lain juga lebih menghargai kita. Bukankah dunia ini akan jadi lebih indah jika semua orangnya dapat saling menghargai satu sama lain?

7. Waktu Luang
Salah satu kesalahan manusia yang umum dilakukan di masa muda mereka adalah menyia-nyiakan waktu. Tak jarang kita jumpai para pemuda yang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk tidur seharian atau bermain game yang tidak ada manfaatnya. Mereka pun seringkali bermalas-malasan dan berlambat-lambat dalam mengerjakan sesuatu.
Kita semua tahu bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga. Bahkan, ada pepatah mengatakan bahwa waktu adalah emas. Waktu yang sudah terbuang tidak mungkin bisa kita dapatkan kembali. Jika kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik, maka kita akan merasakan kerugian di masa depan. Sementara, orang muda cenderung memiliki banyak sekali waktu luang dalam hidup mereka. Alangkah baiknya jika waktu-waktu tersebut mereka manfaat untuk bepergian sejauh dan sesering mungkin. Karena di masa depan, kemungkinan besar waktu luang mereka akan semakin berkurang.

Saat mengunjungi tempat yang jauh, secara otomatis kita akan berusaha untuk melakukan sebanyak mungkin hal dalam satu hari. Ini akan membuat kita sadar bahwa satu hari pun dapat memberikan banyak hal positif jika kita memanfaatkannya dengan baik. Secara tidak langsung, travelling di masa muda juga dapat membuat kita lebih menghargai waktu.

8. Belajar Mengatur Keuangan
Anak muda cenderung lalai dalam mengatur keuangan. Mereka terbiasa hidup dengan uang pemberian dari orang tua mereka. Ini membuat mereka kurang bisa menghargai uang ketika menghabiskannya, terutama mereka-mereka yang dibesarkan oleh orang tua yang kaya. Banyak anak muda yang suka berfoya-foya dan menghabiskan uangnya secara cepat untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.
Kelalaian dalam menghargai uang di masa muda tentunya akan membawa banyak kerugian bagi mereka di masa depan nanti, terutama ketika mereka sudah sepenuhnya menghidupi diri sendiri dan keluarga. Jika terbiasa berfoya-foya, tentu saja uang mereka cenderung cepat habis untuk hal-hal yang tidak mereka sadari.

Travelling di usia muda akan membantu kita belajar banyak dalam hal manajemen keuangan. Seperti yang kita tahu, untuk sebuah perjalanan saja, tentu kita perlu menghabiskan cukup banyak dana di transportasi, akomodasi, makan, dan kegiatan. Padahal, saat masih muda, kita cenderung tidak punya banyak uang. Ini akan memaksa kita untuk berhemat dan teliti dalam setiap pengeluaran. Kita tidak akan mudah terjebak pada hal-hal yang bersifat foya-foya karena kita terfokus untuk memanfaatkan uang tersebut untuk berpelancong.

9. Berlatih Kemandirian
Ketika sudah dewasa, seseorang akan dituntut harus mandiri. Ketika lebih tua lagi, mereka bahkan dituntut untuk bisa mengurus orang lain, misalnya anak mereka. Sementara, masa muda adalah masa persiapan untuk menuju kedewasaan. Dapat kita simpulkan, masa muda adalah saat dimana kita harus belajar mengurus diri sendiri.
Saat masih kecil, kita terbiasa diurus oleh orang lain. Apapun yang kita perlukan pasti sudah dipersiapkan oleh orang tua kita ataupun pembantu rumah tangga. Saat travelling, tidak akan ada orang lain yang akan mengerjakan sesuatu untuk hal yang kita perlukan. Untuk makan, kita harus mencari tempat makan sendiri. Jika ada masalah di luar dugaan, kita harus mencari pemecahannya sendiri. Akhirnya, kita pun akan pelan-pelan berlatih untuk tidak mudah bergantung pada bantuan orang lain. Bisa dibuktikan, orang yang sering travelling di masa muda cenderung lebih siap untuk hidup mandiri di masa depan.

10. Agar Terbiasa Travelling
Travelling adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Travelling bisa menjauhkan kita dari stress, membuat kita lebih mensyukuri hidup, dan masih banyak lagi. Manfaat travelling tersebut bukan saja penting bagi orang-orang di usia muda. Namun, orang yang sudah tua pun tetap akan lebih menjadi lebih baik jika mereka sering berpetualang ke tempat yang asing. Masalahnya, semakin tua seseorang, akan semakin sulit bagi mereka untuk travelling. Sekarang, bayangkan jika pada waktu mudanya seseorang jarang melakukan travelling. Tentu saja mereka akan semakin jarang travelling di usia tua nanti. Akibatnya, masa tua mereka akan cenderung datar dan menjemukan.

Sebagai seorang traveler muda, tentu kita berharap akan terus bisa tetap berpetualang walaupun kita sudah tidak muda lagi nanti. Jika kita sudah terbiasa menikmati travelling di usia muda, tentu kita akan semakin terbiasa mengatur waktu dan uang untuk bisa mengunjungi tempat asing lain yang belum pernah kita kunjungi. Semakin lama, mengatur hal semacam itu akan semakin sulit, namun kita akan semakin tertantang dan bersemangat. Dengan kata lain, dapat kita simpulkan bahwa semakin kita terbiasa travelling di saat muda, akan semakin sulit bagi kita untuk menghilangkan kebiasaan tersebut di masa tua nantinya.

Ada banyak alasan untuk sering-sering melakukan travelling mumpung kita masih muda. Untuk itu, jangan pernah ragu untuk mulai melakukannya. Orang yang belum pernah travelling cenderung takut untuk memulai. Namun, jika mereka tidak memberanikan diri, kemungkinan besar mereka akan menyesalinya di kemudian hari. Waktu tidak bisa berjalan mundur. Begitu pula masa muda tidak akan bisa kembali terulang.

Sebuah perusahaan travel agent di Inggris bernama Contiki Holidays pernah melakukan survey terhadap 2000 orang berusia 35 tahun ke atas. Pada survey tersebut, hampir semua peserta mengaku pernah berkeinginan untuk mengunjungi berbagai benua lain di dunia. Namun, hanya sekitar 14% saja yang berhasil melakukannya. Sekitar 75% peserta mengaku menyesal tidak memanfaatkan masa mudanya untuk travelling karena saat ini kesempatan mereka untuk bisa mewujudkan impian tersebut semakin sempit.
Untuk itu, jangan buang-buang kesempatan lagi. Segeralah atur petualanganmu menuju tempat asing yang akan mengajarimu banyak hal tentang kehidupan ini. Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang yang menyesal di masa tua karena tidak banyak memanfaatkan masa muda untuk berpetualang menjelajah dunia.

Travelling adalah suatu kegiatan yang sangat bermanfaat dan menyenangkan. Namun, memang tidak bisa dipungkiri bahwa travelling membutuhkan cukup uang dan waktu luang untuk dapat dijalani. Inilah yang banyak menghalangi seseorang untuk mengerjakannya, terutama orang-orang yang masih muda – SOLIDGOLD

(http://jalan2.com/)