SOLID GOLD BERJANGKA –  Harga minyak mentah turun lebih dari satu persen pada Senin pagi setelah harga dolar AS yang meningkat, dengan kondisi pasar yang tertekan karena produksi Irak yang meningkat dan ketika Iran mengatakan hanya akan bekerja sama dalam perundingan untuk membekukan output jika sesama eksportir di akui haknya untuk sepenuhnya mendapatkan kembali pangsa pasar.

Minyak mentah berjangka jenis Brent LCOc1 di perdagangkan pada $ 49,22 per barel pada 0644 GMT, turun sebesar 70 sen, atau 1,4 persen dari penutupan sesi sebelumnya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS di perdagangkan pada $ 46,89 per barel, turun sebesar 75 sen, atau 1,6 persen. Harga minyak mentah telah turun hampir 4 persen sejak awal bulan Agustus.

Para pedagang mengatakan bahwa penurunan harga minyak mentah tersebut merupakan hasil dari peningkatan produksi minyak mentah dari Timur Tengah, dimana ekspor minyak mentah dari pelabuhan bagian selatan Irak memiliki rata-rata 3.205.000 barel per hari (bph) sejak awal bulan Agustus, harga tersebut telah melampaui tingkat rata-rata yang sudah terlihat sejak bulan Juli, demikian menurut dua pejabat dari negara bagian selatan Timur Tengah yang menjalankan perusahaan minyak. Ekspor minyak mentah pada blan Juli rata-rata sebesar 3.202.000 barel per hari.

Para analis mengatakan bahwa ada perbedaan pendapat di dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC), dan khususnya para anggota dari Arab Saudi dan Iran, artinya beberapa orang mengharapkan dampak yang sangat signifikan terhadap output global di dalam permbicaraan itu. – SOLID GOLD BERJANGKA