solid-goldberjangka.com – Pada penutupan perdagangan Jumat (13/6/2014), indeks melemah 7,74 poin atau 0,16% menjadi 4.926,66. Investor asing tercatat melakukan net sell tipis sebesar Rp. 87 miliar di market reguler.

Analis pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko menilai, sepinya transaksi perdagangan sepanjang pekan kemarin mendorong indeks bergerak di zona negatif. Selain itu, lanjut Stefanus, melemahnya indeks dibayangi dengan proyeksi perlambatan ekonomi Indonesia yang akan diperkirakan turun menjadi sekitar 5,3%-5,4% pada tahun ini.

“Faktor sepinya perdagangan dan proyeksi perlambatan ekonomi Indonesia memicu pelemahan indeks selama 1 pekan terakhir sebesar 0,21%,”

Stefanus menjelaskan, momentum piala dunia dan tidak adanya sentimen baru yang cukup kuat untuk menggerakkan pasar menjadi alasan lainnya mengapa pasar bergerak lesu. “Investor lebih memilih untuk melakukan aksi tunggu sampai ada sentimen baru yang positif untuk mampu menggerakkan market,”

Sementara ini, belum banyak rekomendasi yang dapat diperkirakan untuk laju indeks saham. Stefanus menerangkan, sentimen paling dominan saat ini adalah sentimen politik terkait pilpres.

“Pasar baru mulai bergerak 1 pekan sebelum pilpres tanggal 9 Juli mendatang. Pada saat itu semua debat capres sudah selesai dan pasar sudah mulai bisa membaca siapa yang bakal unggul. Jadi sambil menunggu semua rangkaian debat capres-cawapres selesai digelar, kita nikmati saja pesta dunia dalam pertandingan-pertandingan akbat di piala dunia 2014,” tambah Stefanus.

BURSA SAHAM GLOBAL

Sedangkan, bursa global juga tampak bergerak negatif. Bursa saham AS menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan bertahan di zona hijau di tengah kekhawatiran investor akan krisis geopolitik di Irak yang memicu harga minyak ke level tertingginya dalam 9 bulan terakhir.

Indeks Dow Jones menguat 41,55 poin atau 0,25% ke level 16.775,74, indeks S&P 500 naik 6,05 poin atau 0,31% ke level 1.936,16 dan indeks Nasdaq menguat 13,02 poin atau 0,30% ke level 4.310,65. Meski positif, sepanjang pekan kemarin, Wall Street mencatat penurunan terbesar dalam 2 bulan terakhir, dimana Dow Jones turun 0,88%, S&P 500 turun 0,7% dan Nasdaq melorot 0,3% selama sepekan.

Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8% oleh Bank Dunia dan ketegangan di Irak yang mengkhawatirkan Baghdad dapat jatuh ke tangan pemberontak Alqaeda, mengingat posisi strategisnya karena produksi plus cadangan minyaknya adalah vital bagi perekonomian dunia. Kondisi tersebut menjadi faktor negatif penekan bursa global sepanjang pekan lalu.

(inilah.com)