Patung Pancoran sebenarnya pernah dimandikan pada minggu 26 Februari 2012 lalu. Pembersihan itu dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta yang sedang memperingati hari jadinya yang ke ke-93 yang jatuh 1 Maret 2012.

Saat itu ada sekitar 5 unit mobil pemadam kebakaran yang ada di bagian bawah patung Pancoran. Untuk membersihkan bagian atas patung yang cukup tinggi, petugas pemadam menggunakan mobil yang memiliki tangga yang bisa naik secara otomatis. Mobil ini biasanya digunakan untuk memadamkan kobaran api dan menyelamatkan korban jika ada kebakaran di gedung pencakar langit. Ada tiga orang yang menaiki tangga dan menyemprotkan air dingin ke badan patung berwarna hijau keabu-abuan ini.

Tak seperti pembersihan Monas yang menggunakan air panas dan alat-alat canggih. Pembersihan ini berlangsung sederhana. Petugas pemadam hanya membersihkan bagain bawah patung Pancoran dengan sikat. Selain patung Pancoran petugas pemadam juga ‘memandikan’ Tugu Tani dan juga patung di Bundaran HI.

Polemik mengenai pembersihan tugu Monas menggunakan perusahan Kaercher sempat terjadi. Ahok sempat dituding tidak nasionalis oleh Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI) dan Asosiasi Pengusaha Klining Service Indonesia (Apklindo), karena lebih memilih Kaercher, sebagai pihak yang ditunjuk untuk membersihkan Monas.

Namun Ahok mengatakan penujukan perusahaan Jerman ini disebabkan mereka sudah berpengalaman dan juga gratis. Ahok menyatakan masih banyak monumen-monumen lain yang perlu dibersihkan seperti Monas.

“Makanya kalau ada orang ribut soal pembersihan Monas, kan masih banyak monumen yang perlu dibersihkan. Monumen Dirgantara Pancoran dan Tugu Selamat Datang. Kok tidak ada yang ribut mau bersihkan sih? Stasiun Kota Tua saja banyak yang mau bersihin,” (detik.com)