SOLID-GOLDBERJANGKA.COM – Perunding Israel melaporkan tidak ada kemajuan dalam pembicaraan mereka dengan pihak Palestina. Terutama mengenai diakhirinya pertempuran secara permanen di Gaza.

Para wakil berunding untuk hari kedua di Kairo, Mesir dengan memusatkan perhatian pada blokade Israel di Gaza. Kelompok Hamas mengatakan mereka ingin membuka pelabuhan di Jalur Gaza yang miskin itu untuk mendukung pembangunan ekonomi.

Hanya saja Israel mengatakan isu itu seharusnya hanya dibicarakan sebagai bagian dari perundingan damai dalam jangka yang lebih panjang.

“Kami khawatir dengan mengakhiri blokade itu sekarang akan memungkinkan Hamas menumpuk senjata dari luar negeri yang bisa digunakan untuk melawan Israel jika pertempuran berlanjut kembali,” ucap seorang pejabat Israel.

Ia menjelaskan, perbedaan antara kedua pihak yang berperang itu sangat besar sambil mereka berupaya mengakhiri konflik yang sudah berlangsung satu bulan di Gaza dan mengakibatkan 2.000 orang lebih tewas.

Hamas telah menembakkan ribuan roket ke Israel, sedangkan Israel membombardir sasaran-sasaran di Jalur Gaza dengan serangan-serangan udara.

Adapun Organisasi Kerja Sama Negara-negara Islam (OKI) mengecam Israel karena apa yang disebutnya ‘kejahatan perang’ di Gaza. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al-Faisal mengatakan Israel harus mendukung perdamaian jika ingin bertahan sebagai sebuah negara.

Sementara, Inggris mengatakan akan membatalkan 12 izin ekspor barang-barang militer ke Israel. Terutama, bila gencatan senjata kali ini berakhir dan pertempuran berlanjut.

(liputan6.com)