Solid Gold | Cetak Rekor Presiden AS, Trump Janji Buka 25 Juta Lapangan Kerja

Solid Gold | Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru dilantik secara resmi untuk memimpin Negeri Paman Sam. Salah satu janji Trump adalah menciptakan lapangan kerja untuk 25 juta orang.

Jumlah itu adalah yang terbesar dari apa yang pernah dijanjikan dari seorang Presiden Amerika Serikat. Terakhir, 23 juta lapangan kerja yang tersedia di bawah kepemimpinan Bill Clinton di tahun 1990-an.

“Kita akan membawa kembali lapangan kerja. Kita akan membawa lagi batasan. Kita akan bawa lagi kekayaan kita dan mimpi kita,” ujar Trump dilansir dari CNN Money, Selasa (24/1/2017).
Seperti dalam momoen pelantikannya dia mengatakaan, ‘beli orang Amerika, dan Pekerjakan mereka’. Trump menyebut ini adalah doktrin pertama Amerika.

Trump telah menjawab kecemasan orang-orang AS soal ini. Sementara beberapa merasa lebih baik daripada saat mereka berada di masa resesi hebat. Di mana hanya 1 dari 10 orang AS menganggur dan jutaan orang kehilangan rumahnya.

Trump memang pemilihan di beberapa daerah seperti Wisconsin, Michigan, dan Pennsylvania, negara bagian yang merupakan kunci industri manufaktur.

Trump berjanji memberikan lapangan kerja bagi mereka yang menganggur. AS kehilangan 5 juta lapangan kerja di sektor manufaktur sejak tahun 2000. Hampir 11 juta pekerjaan di bawah pemerintah Presiden Obama ada di sektor jasa dan layanan, yang mengubah semya dari teknologi dan bisnis ke ritel, hotel, rumah dan kesehatan.

Solid Gold Baca juga ” Dukungan Aktivis untuk Muslim di AS ”

Salah satu ikon aktivis feminis di AS, Gloria Steinem memberikan pidato dukungan untuk umat muslim, dalam aksi Women’s March di Washington, D.C Amerika Serikat. Dalam rangka memprotes Donald Trump.

Ucapan itu sekaligus untuk menyindir kebijakan kontroversial Donald Trump melarang warga muslim masuk ke Amerika Serikat (AS) dan meminta untuk mendaftarkan diri.

Jangan memecah belah kami. Jangan mencoba memecah belah kami. Jika Anda memaksa muslim untuk mendaftarkan diri, maka kami semua warga AS akan melakukan hal serupa,” tegas Steinem dalam pidatonya yang Liputan6.com kutip dari NBC News, Selasa (24/1/2017).

Women’s march itu juga menarik dukungan signifikan dari para selebritas. Mulai dari aktris Scarlett Johansson, Ashley Judd, hingga penyanyi Alicia Keys dan Madonna juga ikut serta berbicara kepada para demonstran. Janelle Monae, Maxwell, dan Indigo Girls pun juga tak mau ketinggalan mendukung aksi tersebut.
Sebelumnya, Steinem juga menyatakan bahwa upaya Trump membangun dinding pemisah di Berlin.

“Saya berbicara dengan orang-orang di demo itu, termasuk salah satunya di Berlin. Mereka meminta saya untuk mengirimkan pesan khusus: ‘Kami di Berlin tahu bahwa ‘dinding’ pembatas itu tidak berfungsi’,” kata Steinem disambut riuh tepuk tangan.

Aksi long march itu bergerak lambat mulai Sabtu sore bersama Constitution Avenue menuju Monumen Washington, dan berakhir di dekat Gedung Putih.

Penyelenggara mengatakan womens’s march di Washington itu sengaja dijadwalkan untuk hari setelah pelantikan presiden. Tujuannya untuk mengirimkan pesan yang kuat kepada pemerintah baru: Hak-hak perempuan adalah hak asasi manusia.