PT SOLID GOLD | AKAN BANJIR JELANG AKHIR TAHUN

PT SOLID GOLD
PT SOLID GOLD

PT SOLID GOLD – SIAP-SIAP! VOLUME PERMINTAAN HARGA EMAS AKAN BANJIR JELANG AKHIR TAHUN

PT SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas memperpanjang pelemahan pekan lalu diawal sesi pembukaan perdagangan pada hari Senin (30/November) turun hinggs – 0,85 % ke level $ 1764.10/troy ons seiring vaksin covid-19 dari beberapa perusahaan farmasi Amerika Serikat dan Inggris yang diklaim efektif menanggulangi virus corona hingga 90% atau lebih dan tanpa efek samping yang berat menjadi pemicu utama jatuhnya harga emas.

Saat vaksin didistribusikan nanti, hidup akan berangsur-angsur normal kembali, roda bisnis berputar lebih cepat, dan perekonomian kembali bangkit. Efeknya, pelaku pasar mengalirkan investasinya ke aset-aset berisiko dengan imbal hasil tinggi, emas yang merupakan aset aman (safe haven) dan tanpa imbal hasil menjadi
melemah.

Disisi lain, Sean Lusk, co-director di Walsh Trading, mengatakan emas baru akan mulai bangkit di penghujung 2020, sebab secara musiman akhir Desember dan awal Januari merupakan waktu yang bagus untuk membeli logam mulia. Meski “angin” sedang tidak berpihak ke emas, tetapi bank sentral Amerika Serikat (FederalReserve/The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis 17 Desember dini hari WIB, bisa jadi “penyelamat” emas.

Selain itu, stimulus fiskal yang akan digelontorkan pemerintah Amerika Serikat kemungkinan nilainya tidak akan besar jika vaksin sukses menanggulangi virus corona. Alhasil, “bahan bakar” bagi emas untuk menanjak menjadi berkurang. Stimulus fiskal di Amerika Serikat masih belum jelas kapan akan digelontorkan, dan berapa nilainya. Sementara perekonomian Amerika Serikat disebut sangat membutuhkan stimulus guna memutar kembali roda bisnis. Oleh karena itu, ada peluang The Fed akan menambah stimulus moneternya dengan meningkatkan nilai pembelian aset (quantitative easing). Stimulus moneter dari The Fed merupakan “bahan bakar” utama lainnya bagi emas untuk melaju naik kembali.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, sektor saham dan mata uang Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) melemah setelah Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memasukkan perusahaan migas China yakni CNOOC dan produsen chip mereka yakni SMIC ke daftar hitam. Dengan begitu, akses mereka terhadap investor Amerika Serikat bakal dibatasi, dan memanaskan hubungan kedua raksasa ekonomi dunia tersebut.

Disisi lain, kasus Covid-19 sejauh ini telah memakan korban 266.000 orang di Amerika Serikat. Menurut tokoh pentolan kesehatan Amerika Serikat Anthony Fauci, Negeri Sam itu tengah menuju periode berat masa pandemi di mana pembatasan dan peringatan perjalanan akan kembali perlu dijalankan.

Data penting pekan ini, akan tertuju pada perkembangan vaksin COVID-19 dan berita mengenai stimulus fiskal Amerika Serikat. Peristiwa penting dari Amerika Serikat yang akan menjadi katalis pergerakan harga emas adalah testimoni ketua The Fed Jerome Powell mengenai Coronavirus Aid, Relief, and Economic Security Act (CARES Act) di hadapan Senat dan House. Sementara itu, data tenaga kerja (Non Farm Payrolls, upah dan pengangguran) dan ISM Manufaktur menjadi rilis data yang akan disorot minggu ini.

ANALISA TEKNIKAL EMAS (XAUUSD)

Secara teknikal, Khusus untuk pekan ini, harga emas para analis di Wall Street memproyeksikan emas akan bearish (tren turun). Hal tersebut terlihat dari survei mingguan yang dilakukan Kitco terhadap para analis di Wall Street. Dari 15 analis yang berpartisipasi, sebanyak 8 analis atau 53 % memberikan outlook bearish, 6 orang atau 40 % memberikan outlook bullish (tren naik) dan sisanya netral. Sementara itu survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street menunjukkan sebanyak 48 % dari 1.270 partisipan memberikan outlook bullish, 33 % bearish, dan 21 % netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1805/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1824/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1767/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1749/troy ons dan support 3 $ 1726/troy ons.
PT SOLID GOLD

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2233 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*