PT SOLID GOLD BERJANGKA | DITENGAH ANCAMAN INFLASI

PT SOLID GOLD BERJANGKA
PT SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS KEMBALI MENJADI PRIMADONA DI PASAR GLOBAL DITENGAH ANCAMAN INFLASI

PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA Harga emas kembali menjadi Primadona di pasar global pekan ini dan telah mencatat penguatan selama 4 hari berturut-turut. Disesi perdagangan pada hari Rabu (21/April) harga emas naik tajam hingga 0.84 % atau mencapai level $ 1797.60/troy ons seiring Indek Dollar Amerika Serikat yang semakin jatuh.

Pelan-pelan di kuartal kedua ini harga emas kembali menunjukkan kilaunya setelah tertekan sepanjang kuartal pertama. Indeks dolar yang mengukur posisi greenback terhadap sekelompok mata uang lain masih melanjutkan tren pelemahannya. Dollar Amerika Serikat berada di titik terendah sejak awal Maret. Sementara itu imbal hasil (yield) nominal obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun juga semakin melandai. Jika sebelumnya yield yang kesetanan hingga tembus 1,7 % membuat opportunity cost memegang emas naik dan harga tertekan. Kini yield sudah lebih agak jinak dan berada di 1,56 %.

Salah satu argumen utama yang mendukung harga emas bakal naik adalah bahwa itu adalah selama
ini bullion dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap risiko tingginya inflasi.

Likuiditas global yang berlimpah akibat kebijakan moneter longgar serta banjir stimulus fiskal membuat ekspektasi inflasi meningkat. Dalam sudut pandang pendukung teori ekonomi monetarist, pasokan uang yang berlimpah hanya akan memicu kenaikan harga.

Namun ingat hal ini juga harus dibarengi dengan kecepatan uang berpindah tangan (money velocity). Di saat ekonomi global menghadapi lockdown, likuiditas memang berlimpah tetapi perputaran uang tersendat sehingga inflasi belum terlihat. Inilah yang sempat membuat emas bergerak galau. Inflasi yang tinggi sudah mulai tampak. Di AS inflasi bulan lalu tercatat 2,6% (yoy). Padahal sebulan sebelumnya masih di 1,7% (yoy). Di Paman Sam kebijakan quantitative easing (QE) membuat neraca The Fed mengembang lebih dari US$ 3 triliun. Sebesar itulah tambahan likuiditas di sistem keuangan Amerika Serikat.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa fundamental, Untuk saat ini ekspektasi inflasi boleh tinggi. Namun seberapa lama inflasi tinggi akan bertahan sangat menentukan seberapa kuat harga emas menanjak.

Bank sentral yang sebelumnya menggunakan kerangka kebijakan moneter inflation targeting framewok (ITF) kini mulai beralih ke inflation averaging.

Adanya spekulasi bahwa inflasi yang tinggi di tengah kebijakan moneter ultra longgar yang ditempuh bank sentral terutama The Fed akan membuat dolar AS semakin jatuh.

Devaluasi mata uang yang dilakukan otoritas moneter global membuat investor mencari cara untuk melindungi portofolionya. Ketika ada ancaman inflasi tinggi sebenarnya emas yang dipilih sebagai inflation hedge asset.

Sementara itu, imbal hasil (yield) nominal obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun juga semakin melandai. Jika sebelumnya yield yang kesetanan hingga tembus 1,7% membuat opportunity cost memegang emas naik dan harga tertekan. Kini yield sudah lebih agak jinak dan berada di 1,56%.

Selain itu, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan, sebab yield obligasi dan indeks dollar Amerika Serikat sedang dalam tren menurun. Jika tren tersebut berlanjut, ruang penguatan harga emas tentunya akan cukup besar

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, peluang penguatan terbuka lebar setelah membentuk pola Double Bottom, dan melewati neckline di kisaran US $ 1.755/troy ons. Bottom pola ini berada di kisaran US $ 1.676/troy ons. Dari level tersebut hingga ke neckline sebesar US $ 79, sehingga ketika neckline ditembus secara konsisten emas berpeluang naik dengan besar yang sama.

Artinya, target penguatan emas ke US $ 1.835/troy ons. Sentimen bullish emas juga didukung oleh kalangan investor main street. Dari total 1.103 suara yang dikumpulkan dalam polling, mayoritas responden (65 %) berpandangan bullish. Sementara yang netral dan bearish cenderung di bawah 20 %.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1800/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1817/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1760/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1745/troy ons dan support 3 $ 1731/troy ons.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2259 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*