PT SOLID GOLD BERJANGKA | THE FED DOVISH

PT SOLID GOLD BERJANGKA
PT SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS REBOUND PASCA PERNYATAAN THE FED YANG DOVISH

PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA Harga emas mencatat penguatan di sesi pembukaan perdagangan pada hari in, Kamis (18/Maret) naik hingga 0.33 % mencapai level $ 1753.90/troy ons seiring mata uang Indeks Dollar Amerika Serikat yang mulai kehilangan momentum untuk menguat memberi ruang untuk emas melesat lagi setelah sekian lama anjlok.

Bank sentral Amerika Serikat The Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di angka mendekati nol persen. Menariknya lagi meskipun The Fed cenderung optimis terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun ini tetapi mereka tak terlihat ingin buru-buru menaikkan suku bunga acuan. Bahkan sampai di tahun 2023. Stance dovish yang dipertahankan oleh The Fed ini membuat greenback tertekan. Emas pun menjadi berkilau.

The Fed memperkirakan ekonomi Paman Sam bakal tumbuh 6,5 % tahun ini. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding dengan proyeksi sebelumnya di angka 4,2 %. Di tahun 2022, output Amerika Serikat diperkirakan masih bakal ekspansif di angka 3,3 % lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 3,2 %. Namun untuk tahun 2023, produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat diramal naik 2,2 % atau lebih rendah dari perkiraan terakhir di bulan Desember lalu di angka 2,4 %. Bank sentral Amerika Serikat juga memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat. Proyeksi The Fed menunjukkan bahwa Personal Consumption Expenditures Index (PCE) diperkirakan naik 2,4 % pada 2021. Angka tersebut naik dari proyeksi Desember sebesar 1,8 %. Tekanan inflasi diperkirakan akan terus tumbuh pada tahun 2022 dengan PCE naik 2,0 %, naik dari perkiraan Desember sebesar 1,9 %. Pada 2023, Federal Reserve memperkirakan inflasi akan mencapai 2,1 %.

Tahun depan, inflasi inti diperkirakan naik 2,0 %. Naik 0,1 poin persentase dibandingkan dengan perkiraan Desember sebesar 1,9 %. Pada tahun 2023, inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 2,1 %. Outlook kenaikan inflasi tersebut membuat emas jadi punya tenaga menguat. Maklum emas adalah salah satu aset yang
digunakan untuk lindung nilai ketika terjadi kenaikan inflasi.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, The Fed ekonomi Amerika Serikat sedang menuju pertumbuhan terkuatnya dalam hampir 40 tahun. Namun pembuat kebijakan bank sentral berjanji untuk tetap bertahan pada kebijakan moneter longgar, yang memungkinkan suku bunga rendah dan aksi gelontoran likuiditas di pasar, berlanjut. Bank sentral optimis PDB Amerika Serikat bisa mencapai 6,5 % tahun ini. Itu berkat stimulus fiskal federal besarbesaran US $ 1,9 triliun yang digagas Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan ditandatangani minggu lalu.

Namun, Jerome Powell menilai ekonomi telah menghindari masa terburuknya, tetapi FOMC melihat pandemi masih menimbulkan risiko ke prospek ekonomi. The Fed masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2022 dan 2023 hanya 3,3 % dan 2,2 %. Pernyataan tersebut di tanggapi baik oleh para pelaku pasar terhadap aset safe
haven seperti emas seiring The Fed masih tetap bertahan pada kebijakan moneter longgar.

Pada perdagangan hari ini, yield Treasury Amerika Serikat mulai menurun setelah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menegaskan belum akan merubah kebijakannya dalam waktu dekat. Selain itu, The Fed belum akan mengurangi nilai pembelian aset (quantitative easing/QE) atau yang dikenal dengan istilah tapering dalam waktu dekat. Tapering menjadi isu yang selama ini ditakutkan pelaku pasar, sebab pengalaman pada 2013 lalu menyebabkan gejolak di pasar finansial global yang disebut taper tantrum.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Survei Main Street, ada 1611 responden yang berpartisipasi dalam survei online. Di antara mereka, 1003 orang atau 62%, mengatakan mereka bullish pada emas minggu ini.

Sebanyak 364 peserta lainnya atau 23 % mengatakan mereka bearish, sementara 244 pemilih atau 15 % netral pada harga emas.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1769/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1789/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1730/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1709/troy ons dan support 3 $ 1698/troy ons.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2197 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*