PT SOLID GOLD BERJANGKA | PASCA PIDATO THE FED

PT SOLID GOLD BERJANGKA
PT SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS BERGERAK DENGAN VOLATILITAS TINGGI PASCA PIDATO THE FED

PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA Harga emas masih bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi, di sesi perdagangan Rabu (13/Januari) harga emas bergerak di range $ 1845 – $ 1865/troy ons. Naik turunnya harga emas belakangan ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY).

Pergerakan tersebut mengindikasikan pelaku pasar masih menimbangnimbang kemana Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) akan melangkah di tahun ini. Sebab, ada “bisik-bisik” di pasar jika bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan memangkas nilai program pembelian aset (quantitative easing) di akhir tahun ini, yang berpeluang membuat dollar Amerika Serikat perkasa. Sementara, semakin banyak analis mata uang yang memprediksi Dollar Amerika Serikat akan melemah hingga 2 tahun ke depan.

Sebagai informasi, nilai QE The Fed saat ini sekitar US $ 120 miliar per bulan. Hal tersebut dilakukan guna menambah likuiditas serta membangkitkan perekonomian Amerika Serikat yang mengalami resesi akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19). Inflasi serta pasar tenaga kerja Amerika Serikat menjadi 2 indikator utama bagi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter nantinya.

Banyak pejabat The Fed lainnya menyatakan pembahasan tapering masih terlalu prematur, dan wakil ketua The Fed, Richard Clarida, bankir yang paling senior, menyatakan tidak akan ada perubahan apapun hingga tahun 2022.

Kebijakan suku bunga rendah dan QE membuat perekonomian Negeri Paman Sam banjir likuiditas, akibatnya indeks dollar Amerika Serikat tertahan di bawah area level 90. Artinya dollar Amerika Serikat sedang melempem.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa Fundamental, Permintaan emas selain untuk perhiasan dan berbagai aplikasi industri lain ditopang oleh kebutuhan sebagai salah satu kelas aset untuk diversifikasi dalam investasi. Namun minat investor terhadap emas sangat bergantung pada biaya peluang (opportunity cost) memegang aset minim risiko lain
seperti obligasi pemerintah.

Di pasar obligasi, kenaikan yield surat utang pemerintah Amerika Serikat terutama untuk tenor 10 tahun yang sering jadi acuan juga membebani harga emas. Imbal hasil nominal obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor tersebut naik ke 1 %, setelah sekian lama tertekan.

Kenaikan imbal hasil nominal tersebut turut menekan harga emas, meski sejatinya jika dikalkulasi lebih lanjut imbal hasil riilnya masih negatif karena inflasi di Amerika Serikat 1,2 %. Hal inilah yang membuat emas masih punya peluang menguat saat dollar Amerika Serikat mulai kendor dan yield obligasi menurun.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Analis pasar senior di OANDA, Edward Moya, mengatakan kenaikan yield Treasury dan penguatan dollar Amerika Serikat menjadi aktor utama di balik aksi jual yang menimpa emas. “Saat ini, kenaikan yield Treasury membuat dollar menguat, dan bertanggung jawab terhadap aksi jual yang menimpa emas,” kata
Moya sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (8/Januari).

Moya bahkan memprediksi emas bisa berlanjut longsor hingga $ 100 dollar dalam waktu beberapa hari saja, dan menyarankan investor untuk memperhatikan pergerakan dollar Amerika Serikat. Moya menyebut level $ 1.770/troy ons akan menjadi support yang kuat bagi emas di pekan ini.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1811/troy ons dan support 3 $ 1800/troy ons.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2197 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*