PT SOLID GOLD BERJANGKA | PELEMAHAN TAJAM PEKAN LALU

PT SOLID GOLD BERJANGKA
PT SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD BERJANGKA – HARGA EMAS KEMBALI BERKILAU SETELAH MENGALAMI PELEMAHAN TAJAM PEKAN LALU

PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA Harga emas terus berkilau dalam sepekan ini hingga menjauhi level psikologis $ 1800/troy ons. Di sesi perdagangan pada hari Rabu (10/02) harga emas mencetak kenaikan sebesar 1.06 % atau mencapai level $ 18855.35/troy ons akibat Dollar Amerika Serikat yang melemah. Isu mengenai paket stimulus fiskal Amerika Serikat, menjadi alasan tingginya permintaan pasar terhadap emas sabagai aset anti inflasi.

Peluang Kongres untuk meloloskan stimulus $ 1.9 triliun gagasan Joe Biden tersebut, semakin besar. Hal ini berpotensi akan menaikkan harga emas dalam jangka panjang karena akan mendorong inflasi lebih tinggi.

“Ketakutan akan inflasi pun muncul, terutama di Amerika Serikat seiring dengan stimulus yang semakin dekat untuk diloloskan. Hal ini, akan menciptakan terlalu banyak dan memicu inflasi ke depan,” kata analis komoditas, Peter Fertig.

Dampak rencana paket stimulus Presiden Amerika Serikat Joe Biden senilai $ 1.9 triliun terhadap Dollar Amerika Serikat, sejatinya masih tarik ulur. Di satu sisi, stimulus tersebut diekspetasikan mampu mempercepat pemulihan ekonomi Amerika Serikat dibandingkan negara-negara lain, sehingga memperkuat mata uang Amerika Serikat dibanding mata uang negara lain. Namun di sisi lain, stimulus tersebut merupakan pendorong utama dalam narasi reflasi global, yang seharusnya akan mengangkat aset berisiko dan membuat Dollar Amerika Serikat melemah.

Awal tahun 2021 ini, Dollar Amerika Serikat memulai dengan penguatan. Akan tetapi, poin yang tersebut kedua rupanya sedang mendominasi kondisi DoLlar Amerika Serikat saat ini, dengan Data Ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis menjadi titik baliknya.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa Fundamental, Pelaku pasar dibuat sumringah karena rencana stimulus fiskal di Negeri Paman Sam berjalan mulus. Stimulus akan menambah likuiditas di perekonomian.

Pasokan dolLar Amerika Serikat yang berlimpah akibat kebijakan moneter longgar yang ditempuh bank sentral Amerika Serikat The Fed membuat greenback mengalami depresiasi terhadap mata uang lainnya.

Pelaku pasar mulai mengantisipasi adanya inflasi yang tinggi akibat banjir stimulus fiskal dan moneter. Investor pun mencari alternatif aset yang dapat melindungi kekayaannya dari erosi akibat inflasi. Pasokan emas yang relatif lebih stabil, sehingga cocok digunakan sebagai aset untuk lindung nilai (hedging) saat inflasi terjadi.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Hasil survei mingguan yang dilakukan Kitco menunjukkan para analis di Wall Street masih optimistis emas akan menguat lagi. Hasil survei tersebut menunjukkan sebanyak 64 % dari 14 analis memberikan proyeksi bullish (tren naik) bagi emas di pekan ini. Sementara 29 % melihat emas akan bearish (tren turun), dan 7 % netral.

Selain itu, survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, menunjukkan sebanyak 48 % dari 1.823 partisipan memberikan outlook bullish, 31 % bearish, dan 21 % netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1811/troy ons dan support 3 $ 1800/troy ons.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews

About solid gold 2231 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*