PT Solid Gold Berjangka Penipuan Dunia Maya Dengan Iming – Iming

PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA – Seorang perempuan muda bernama Zed (bukan nama sebenarnya) tengah menghadiri rapat dikantornya, ketika sebuah pesan muncul dari seorang temannya lewat Facebook Messenger.

Ia menyapa Zed, meminta untuk memilih dirinya dalam sebuah kompetisi modeling, dan ia setuju untuk melakukan dan mengikuti kemauan temannya.

Tapi kemudian bencana datang. Sahabatnya mengatakan bahwa, alamat email yang Zed berikan untuk kompetisi menyebabkan gangguan dalam sistem.

Lalu, temannya meminta untuk meminjamkan login emailnya untuk diperbaiki, agar bisa kembali normal dan kembali bisa untuk memilihnya dalam kompetisi.

Zed lantas tidak terlalu yakin dengan alasan tersebut, tetapi temannya memohon dengan berdalih bahwa karirnya sedang dipertaruhkan. Karna sedang melaksanakan rapat, Zed pun menyerah karena tidak bisa menelepon temannya.

Ternyata itu bukanlah teman Zed, melainkan orang lain yang berpura – pura menjadi sahabat dan menggunakan akunnya.

Ini adalah teknik menipu yang dikenal sebagai spear phishing yang merupakan bentuk umum peretasan, di mana seorang peretas akan mengirim email ke suatu sasaran yang disertai tautan di dalamnya.

Spear phishing memang kurang lazim, namun jauh lebih berbahaya. Yang menjadi sasaran – sasaran spear phishing adalah kelompok kecil orang – orang atau individu.

Apa sih “spear phishing” itu?

“Phishing atau meretas menggunakan psikologi perilaku, untuk mengelabui korban agar mempercayai peretas dengan tujuan memperoleh informasi penting,” ujar Paul Bischoff dari Comparitech.

“Spear phishing memang kurang lazim, namun jauh lebih berbahaya. Yang menjadi sasaran – sasaran spear phishing adalah kelompok kecil orang – orang atau individu.

Peretas bisa mengumpulkan informasi pribadi tentang target mereka untuk memberikan pesona yang lebih bisa dipercaya.”

Bagaimana kita melindungi diri sendiri?

Selain jangan pernah membagikan data pribadi untuk akun online anda, cara yang baik agar terhindar dari peretasan adalah mengaktifkan “dua langkah otentikasi.”

Ini berarti bahwa pengguna harus memasukkan kode lain selain password mereka. Hal ini biasanya dapat diatur dalam pengaturan keamanan untuk akun anda atau selama proses pendaftaran.

Dua langkah otentikasi yang ditawarkan antara lain oleh Gmail, Hotmail, Apple, Amazon, Yahoo, Facebook dan Twitter.

Dalam beberapa menit, Zed seperti menyaksikan adegan horor, saat akunnya terkunci satu demi satu, termasuk Apple iCloudnya, tempat ia menyimpan semua datanya – termasuk foto paspor, rincian bank, dan beberapa foto eksplisit.

Peretas mengambil kendali semua identitasnya karena semua terkait dengan rincian alamat e-mail yang ia kirim.

Pelaku penipuan juga mengaktifkan lapisan keamanan tambahan, yang disebut dengan dua langkah otentikasi, ini artinya mereka menerima semua tanda peringatan terkait akun – akun Zed dan bisa meresetnya kembali.

Kemudian seorang pria menelepon dengan kode area negara Pakistan. “Ia mengawali bicara dengan mengatakan bahwa ia tidak menginginkan drama apapun, ia tidak ingin saya menangis, ia ingin saya berbicara padanya seperti seorang profesional,” katanya. Dari nada suaranya, sepertinya ia anak muda, mungkin seorang mahasiswa, katanya.

Tidak bermoral

Si penyerang menuduh Zed sebagai seseorang yang “tidak bermoral,” karena ia sudah melihat foto – foto, ia juga tahu Zed merokok dan memiliki sejumlah kawan pria dan aktif secara seksual.

Lalu pria itu bertanya apa yang akan terjadi jika orang tua Zed mengetahui semua kelakuannya dan sangat marah ketika Zed berbalik menyerang bahwa orang tuanya sudah tahu semua.

Zed mengungkapkan bahwa pria itu sudah meretas ribuan akun perempuan. “Ia mengatakan senang bisa meretas akun saya. Bahwa saya pantas untuk diretas.”

Pria itu mengatakan bahwa ia akan mengunggah semua foto – foto eksplisitnya pada laman Facebooknya yang memiliki lebih dari 1.000 teman.

Pelaku penipuan di dunia maya mengatakan bahwa ia menargetkan ratusan orang. “Saya menawarkan sejumlah uang padanya. Namun ia terdengar kesal dan berkata, “Jangan bicara tentang uang,” katanya.

Sebaliknya, pria itu ingin Zed mempertontonkan adegan seks untuknya di depan kamera. Zed pun menolaknya.

“Apakah anda akan melakukan (adegan seks) untuk saya atau (foto eksplisit anda saya diunggah / dipertontonkan) untuk seluruh dunia” katanya, dan ia pun mengunggah salah satu foto eksplisit Zed ke Facebook.

Zed sudah memperingatkan pacar serta orang tuanya yang sudah membentuk sebuah tim untuk melaporkan aktivitas di akun pribadinya.

Dalam waktu 15 menit akun itu telah dinonaktifkan oleh Facebook, tapi ia masih menerima pesan dari beberapa temannya.

“Seseorang teman yang sudah seperti kakak sendiri mengirimkan pesan ke saya, tetapi bukan dia yang telah melihat foto saya, melainkan temannya,” katanya.

“Saya rasa, saya tidak semestinya terlalu memikirkan soal berapa banyak orang yang melihat foto-foto saya.”

Hal terakhir yang dikatakan si penipu kepadanya adalah, “Semoga hidup anda baik – baik saja”. “Bagi saya, satu – satunya alasan ia melakukan hal ini adalah menjadi “polisi moral” bagi para perempuan, dan meminta mereka untuk melakukan hal – hal tertentu untuknya,” kata Zed.

Pria itu tidak menginginkan uang. “Ia ingin galeri foto – foto telanjang perempuan. Tampaknya itu menjadi salah satu motifnya.”

Zed tidak menganggap dirinya menjadi naif secara digital. Ia perempuan cerdas asal India yang bekerja di industri media di pantai timur AS.

Zed berjuang untuk bisa memperoleh kembali akunnya. Butuh waktu selama sebulan untuk bisa mendapatkan Apple IDnya setelah sejumlah tenaga informasi menanyakan beberapa hal tentang data – data pribadi apa saja yang tersimpan di akun miliknya.

Akun Gmail dan Facebooknya berhasil dipulihkan, tapi ia telah kehilangan akun Snapchat dan Hotmail nya, akun utama yang telah ia gunakan selama lebih dari 13 tahun.

Tidak memberikan celah

Terlepas dari siapa mereka, anda tidak semestinya berbagi username dan password anda. Jangan memberikan celah kepada pelaku penipuan.

Zed masih menggunakan aplikasi iCloud, tetapi ia sudah tidak menyimpan lagi data – data pribadinya dan ia pun telah mengaktifkan verifikasi ganda.

Zed awalnya memutuskan untuk berbagi kisahnya di situs komunitas Reddit setelah mencoba menemukan orang lain yang mungkin telah ditipu oleh orang yang sama.

“Saya benar – benar terkejut menemukan bahwa saya tidak menemukan apapun,” katanya. Dan pelaku penipuan itu juga belum tertangkap.

“Para penjahat dunia maya muncul dalam berbagai bentuk,” kata Prof Woodward. “Motif mereka tidak selalu meraup keuntungan moneter.

Seperti yang kita lihat akhir – akhir ini, balas dendam atau kejahatan menjadi tren yang tengah berkembang.” – PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : news.detik