PT SOLID GOLD | EMAS MENGUAT JELANG RILIS DATA INFLASI

PT SOLID GOLD
PT SOLID GOLD

PT SOLID GOLD – HARGA EMAS MENGUAT JELANG LAPORAN RILIS DATA INFLASI AMERIKA SERIKAT PEKAN INI

PT SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas kembali meraih penguatan diawal sesi perdagangan pada hari Senin (07/Juni). Naik sebesar 0.22 % atau mencapai level $ 1895.70/troy ons. Jelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang di laporkan pada pekan ini. Hal ini, tentunya memicu para pelaku pasar Kembali mengoleksi emas yang menyandang sebagai asset safe haven (lindung nilai).

Ketika inflasi terjadi maka nilai mata uang terutama dollar Amerika Serikat akan terdevaluasi. Harga barang dan jasa meningkat dan kekayaan pelaku ekonomi tergerus. Emas yang suplainya cenderung konsisten diminati sebagai aset untuk lindung nilai terhadap inflasi sehingga harganya merangkak naik. Namun inflasi yang tinggi secara persisten tak akan dibiarkan oleh The Fed. Bank sentral paling digdaya di muka bumi itu akan mengambil tindakan agar perekonomian terbesar di dunia tak overheat. Salah satunya adalah dengan menyedot ekses likuiditas yang sudah dipompa lewat mekanisme yang disebut tapering.

Disisi lain, Tapering mengindikasikan bahwa The Fed akan mengatur laju pembelian aset-aset keuangan. Namun catatannya adalah perekonomian harus terus menunjukkan perbaikan sehingga The Fed bisa mengguyur pasar dengan obligasi pemerintah serta efek beragun aset (EBA) KPR yang sudah dibeli. Saat itulah dollar Amerika Serikat akan kembali menguat dan emas bakal melemah. Namun pertanyaannya adalah sebelum tapering dilakukan apakah emas bakal tembus kembali ke level all time high-nya di US $ 2.000? Jalan emas menuju ke sana memang masih terbuka.

Akan tetapi, setidaknya harga emas masih harus menguji level resisten terdekat di US $ 1.900/troy ons. Apabila level ini kembali ditembus dan harga emas konsisten naik. Sehingga rata-rata harga 50 harian (MA50) menembus rata-rata harga 200 harian (MA200). Maka besar peluang emas ke US $ 2.000 lagi.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut Analisa fundamental, Angka Consumer Price Index (CPI) bulan April mengejutkan para investor pekan ini karena jauh melampaui ekspektasi. Meskipun disebabkan karena efek basis yang turun jauh pada tahun lalu. Dan lompatnya harga karena penggunaan mobil sehingga naik ke 3 %. Namun meningkatnya harga – harga komoditi dan berbagai kelangkaan bisa membuat inflasi tetap naik dengan persistant.

Data CPI yang akan keluar untuk bulan Mei akan muncul ditengah-tengah antara Nonfarm Payrolls dan keputusan dari the Fed. Setiap ada tanda kenaikan harga yang bukan bersifat sementara. Bisa menaikkan ekspektasi bahwa the Fed akan melakukan pengetatan dengan mengurangi program pembelian obligasinya.

Hal ini bisa membawa kepada naiknya ekspektasi akan dinaikkannya tingkat suku bung. Dan memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan dollar Amerika Serikat. Diperkirakan angka di bulan Mei akan turun sedikit ke 2.3 % dibandingkan dengan di bulan April 3 %.

Selain itu akan dipublikasikan Consumer Sentiment Index pendahuluan untuk bulan Juni dari Universitas Michigan yang diperkirakan akan menunjukkan sedikit kenaikan.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, prospek bullish emas belum berubah dengan adanya ancaman inflasi yang tinggi. Untuk minggu ini analis Wall Street maupun investor Main Street masih memperkirakan harga emas bakal naik. Survei yang dilakukan Kitco terhadap 16 analis menunjukkan 11 di antaranya. Atau 69 % responden memperkirakan harga si logam kuning bakal naik minggu ini.

Sebanyak 13 % bearish dan sisanya 19 % netral. Sementara, dari 1.023 voting yang dikumpulkan dalam survei Kitco sebanyak 54 %. Investor Main Street juga memandang bullish prospek harga emas pekan ini. Sebanyak 29 % memperkirakan harga emas bakal turun dan sisanya 17 % netral terhadap emas.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1914/troy ons. Maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1928/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1885/troy ons. Maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1871/troy ons dan support 3 $ 1860/troy ons.
PT SOLID GOLD

SGB JAKARTA / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2233 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*