PT SOLID GOLD | KOREKSI DITENGAH PENGUATAN DOLLAR

PT SOLID GOLD
PT SOLID GOLD

PT SOLID GOLD – BELI MURAH! HARGA EMAS DI PROYEKSIKAN MASIH DAPAT KOREKSI DITENGAH PENGUATAN INDEKS DOLLAR AMERIKA SERIKAT (DXY)

PT SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas sempat turun tajam diawal sesi pembukaan perdagangan pada hari Senin (18/Januari) turun hampir 1 % ke level $ 1802.20/troy ons ditengah penguatan Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY) yang terus menguat membuat harga emas dunia tertekan, bahkan muncul isu cash is the king jilid II, sebab mayoritas bursa saham utama di berbagai dunia mengalami penurunan.

Penurunan emas dan bursa saham tersebut terjadi saat indeks dollar Amerika Serikat menguat sehingga muncul isu cash is the king jilid II. Artinya pelaku pasar lebih suka memegang uang tunai ketimbang aset-aset lainnya baik itu aset aman (safe haven) seperti emas maupun aset berisiko seperti saham. Tetapi bulan sembarang uang tunai, hanya dollar Amerika Serikat. Dollar Amerika Serikat dan emas merupakan aset yang bergerak berlawanan arah. Ketika dollar Amerika Serikat menguat maka harga emas cenderung melemah, begitu juga sebaliknya.

Fenomena cash is the king pernah terjadi pada bulan Maret lalu saat penyakit akibat virus corona (Covid-19) dinyatakan sebagai pandemi. Saat itu terjadi kepanikan di pasar, semua aset mulai saham hingga emas mengalami aksi jual masif, dan dollar Amerika Serikat meroket. Saat ini, pengetatan pembatasan sosial serta karantina wilayah (lockdown) yang kembali marak terjadi di berbagai negara memicu kecemasan terhambatnya pemulihan ekonomi global. Alhasil dolar AS kembali menjadi incaran pelaku pasar, emas pun rontok.

Stimulus fiskal senilai US $ 1,9 triliun yang akan digelontorkan oleh Presiden Amerika Serikat terpilih, Joseph ‘Joe’ Biden menjadi salah satu alasan pasar masih melihat emas akan kembali naik. Pada tahun lalu, stimulus fiskal senilai US $ 2 triliun yang digelontorkan pada bulan Maret menjadi salah satu pemicu melesatnya harga emas dunia hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah US $ 2.072,49/troy ons di bulan Agustus. Jika stimulus US $ 1,9 triliun cair, maka emas akan memiliki bahan bakar lagi untuk menguat.

Data dan peristiwa penting minggu ini adalah GDP China, Manufacturing PMI dan Jobless Claims Amerika Serikat, serta pidato Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden pada hari pelantiikannya tanggal 20 mendatang.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat membuat emas tertekan karena aset yang tak berimbal hasil ini menanggung kenaikan biaya peluang (opportunity cost) kendati yield riilnya masih negatif.

Ada kekhawatiran bahwa kejadian Maret tahun lalu akan terulang, ketika hampir semua aset-aset keuangan dilego dan investor lebih pilih uang tunai sehingga membuat dollar Amerika Serikat menguat signifikan. Survei yang dilakukan oleh Kitco terhadap analis di Wall Street menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka meramal harga emas akan turun atau stagnan pada pekan ini.

“Perspektif ekonomi jangka pendek masih terlihat bermasalah, itulah sebabnya orang-orang takut dan kembali ke uang tunai. Pasar menjadi rentan. Namun saya melihat US$ 1.825 sebagai level support. Begitu Biden naik dan uang mulai mengalir, Saya sangat konstruktif terhadap [prospek] emas,” kata Peter Hug, Direktur global trading Kitco Metals.

Hug melihat, jika emas melewati US $ 1.825/troy ons, maka harganya akan menurun ke US $ 1.800, selanjutnya ke US $ 1.875/troy ons. Prediksi Hug nyaris tepat, pagi tadi emas sudah ambrol mendekati US $ 1.800/troy ons.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Para analis juga melihat harga emas masih akan turun di pekan ini. Hal tersebut tercermin dari hasil survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco. Sebanyak 37,5 % analis di Wall Street yang disurvei memberikan outlook bearish (tren turun), sementara 25 % memberikan outlook bullish (tren naik), sisanya netral.

Namun, survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street menunjukkan hasil yang berbeda. Dari 1.701 partisipan, sebanyak 54,4 % memberikan outlook bullish, 23,7 % bearish, dan sisanya netral.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1811/troy ons dan support 3 $ 1800/troy ons.
PT SOLID GOLD

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2231 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*