PT SOLID GOLD | MATA UANG DOLAR AMERIKA

PT SOLID GOLD
PT SOLID GOLD

PT SOLID GOLD – HARGA EMAS MELANJUTKAN PENGUATAN SEIRING MELEMAHNYA MATA UANG DOLAR AMERIKA SERIKAT

PT SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas mengawali sesi pembukaan perdagangan pada hari Senin (06/Juli) dengan penguatan yang cukup signifikan hingga 0.56 % atau mendekati level tertingginya tahun ini pada level $1787.10/troy ons seiring para investor masih khawatir terhadap perkembangan pandemi virus corona gelombang II dan tensi geopolitik yang terjadi terutama dari poros Washington-Beijing.

Indeks industri jasa Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi empat bulan pada bulan Juni dan menunjukkan kembalinya pertumbuhan karena ekonomi dibuka kembali secara lebih luas dari lockdown yang disebabkan oleh pandemi.

Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada hari Senin bahwa indeks non-manufaktur melonjak ke rekor 11,7 poin menjadi 57,1 bulan lalu. Angka di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan, dan angka Juni melebihi perkiraan rata-rata 50,2 dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom.

Rebound pada penyedia layanan mengikuti lonjakan serupa dalam ukuran manufaktur kelompok dan menunjukkan bahwa ekonomi sedang pulih dari resesi terkait pandemi. Pada saat yang sama, lonjakan barubaru ini untuk kasus Covid-19 mengancam untuk menahan laju peningkatan layanan, yang merupakan hampir 90 % dari ekonomi. Survei ISM mengukur perubahan dalam kegiatan daripada tingkat dan dapat rentan terhadap perubahan besar selama titik balik dalam perekonomian. Bisnis saat ini menghadapi berbagai rintangan, termasuk meningkatnya pengangguran, investasi bisnis yang hangat dan permintaan global yang lemah.

Namun, membaiknya rilis data makro ekonomi Amerika Serikat tidak memberikan dampak positif terhadap mata uang Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY). Indeks Dollar Amerika Serikat malah turun 0,5 %, seperti yang diukur oleh ICE Dollar Amerika Serikat, ukuran dollar terhadap setengah lusin mata uang. Mata uang Dollar Amerika Serikat yang lebih lemah dapat membuat aset yang dinilai dalam mata uang lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lain. Melemahnya dollar Amerika Serikat, yang memberikan landasan bagi komoditas bahkan ketika saham global menguat.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS ( XAUUSD )

Harga emas dunia sudah sangat dekat dengan level $ 1.800/troy ons sejak pekan lalu, tetapi masih gagal menembusnya. Dalam beberapa hari terakhir harga emas justru malah terkoreksi. Tentunya muncul pertanyaan apakah emas mampu melewati level psikologis tersebut.

Meski demikian, banyak para analis tetap meyakini bahwa harga emas akan terus melaju naik. Harga emas yang menjauhi level psikologis $ 1.800/troy ons dikatakan hanya koreksi sesaat. Sementara itu, hasil survei Kitco terhadap 17 analis di Wall Street menunjukkan 12 orang atau 70 % memprediksi emas akan menguat lagi pekan
ini. Sebanyak 18 % memprediksi melemah, dan sisanya netral.

Ole Hansen dari Saxo Bank dalam riset yang dikutip CNBC International mengatakan emas mampu melesat naik seperti di bulan April tersebut, tetapi Hansen mengatakan investor yang sabar akan menuai hasil yang besar di kuartal III-2020. Ketika harga emas melemah, akan membuka peluang untuk kembali membeli.

Disisi lain, banyak data yang mendorong harga aset-aset berisiko seperti saham mengalami penguatan. Namun, aset safe haven seperti emas tidak langsung ditinggalkan, harga emas malah cenderung melanjutkan kenaikan.

ANALISA TEKNIKAL EMAS ( XAUUSD )

Secara teknikal, koreksi emas terdalam pada pekan lalu terjadi pada hari Kamis, menyentuh $ 1.757.40/troy ons. Tetapi setelahnya harga emas justru berbalik menguat. Pergerakan tersebut menjadi salah satu indikasi aksi buy on dip para pelaku pasar. Resisten (tahanan atas) yang cukup kuat berada di $ 1.788/troy ons. Jika mampu ditembus secara konsisten, peluang emas mencapai dan bahkan melewati level psikologis $1.800/troy ons akan semakin terbuka.

Sementara itu, indikator stochastic masih berada di wilayah jenuh beli (overbought). Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun. Koreksi berisiko membawa harga emas ke level $1.744 yang menjadi support (tahanan bawah) kuat.  Selama bertahan di atasnya, peluang emas ke $ 1.818/troy ons masih tetap terjaga.
PT SOLID GOLD

Sumber : SGB Jakarta (Tulus Rifwandi Gea)

About solid gold 2084 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*