PT SOLID GOLD | MERAIH PENGUATAN SETELAH TURUN TAJAM

PT SOLID GOLD
PT SOLID GOLD

PT SOLID GOLD – HARGA EMAS KEMBALI MERAIH PENGUATAN SETELAH TURUN TAJAM

PT SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas sempat melanjutkan penurunan diawal sesi perdagangan pada hari Senin (11/Januari) turun lebih dari 1 % ke level $ 1816.40/troy ons. Penurunan harga emas cukup mengejutkan, mengingat di awal pekan lalu menunjukkan tanda-tanda akan reli, tetapi yang terjadi justru berbalik nyungsep.

Penyebab kemerosotan emas adalah bangkitnya Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY), hingga hari ini sudah menguat 4 hari beruntun, semakin menjauhi level terendah sejak Maret 2018 yang disentuh pekan lalu. Ekspektasi bangkitnya perekonomian Amerika Serikat di tahun ini, serta kenaikan yield obligasi (Treasury) Amerika Serikat menjadi pemicu bangkitnya Indeks Dollar Amerika Serikat (DXY).

Namun, diakhir sesi perdagangan pada hari senin (11/Januari) harga emas kembali meraih penguatan dan tutup dekat harga pembukaan perdagangan di level $ 1844.60/troy ons. Yang memunculkan harapan berlanjutnya tren menanjak emas dunia. Apalagi tahun ini digadang-gadang sebagai awal dari supercyle komoditas atau periode penguatan tajam dalam jangka yang panjang.

Sementara, fundamental harga emas masih sangat kuat dengan berbagai kebijakan makro ekonomi yang masih akan akomodatif di tahun ini, tetapi emas harus bersaing dengan aset-aset lainnya. Ketika bubble aset lain mulai pecah, tidak menutup kemungkinan para investor bakal kembali memilih emas untuk nilai lindung (hedging). Namun juga tidak menutup kemungkinan para pemilik modal lebih tertarik untuk memegang uang tunai (cash). Hanya saja kapan periode crash akan terjadi belum bisa dipastikan.

Selain itu, Profesor ekonomi terapan di John Hopkins University, Steve Hanke, dalam wawancara dengan Kitco, Selasa (22/12), mengatakan komoditas termasuk emas akan memasuki fase supercycle tersebut pada tahun 2021 mendatang. “Supply sangat terbatas, stok rendah, dan ekonomi mulai bangkit dan maju ke depan, harga komoditas akan naik dan memulai supercycle. Saya pikir saat ini kita sudah melihat tanda awalnya,” kata Hanke, sebagaimana dilansir Kitco.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Minat (appetite) untuk memegang aset berupa komoditas emas saat ini sangat tergantung pada biaya peluangnya (opportunity cost). Kenaikan imbal hasil instrumen pendapatan tetap pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun dan greenback membuat opportunity cost emas meningkat.

Kini yield nominal obligasi pemerintah Amerika Serikat yang menjadi acuan tersebut tembus 1 % dan indeks dollar menguat kembali ke level 90. Tren pelemahan dollar Amerika Serikat diperkirakan berlanjut di tahun ini. Indeks Dollar Amerika Serikat  (DXY) diproyeksikan melemah 5-10% di tahun 2021 setelah ambles 6,7 % tahun lalu.

Namun koreksi yang sudah sangat dalam memang berpotensi menimbulkan fenomena technical rebound mengingat harga suatu aset tak akan mungkin secara terus menerus melemah maupun meningkat.

Kemungkinan inflasi yang tinggi akibat kebijakan moneter ultra longgar dan kebijakan fiskal ekspansif pemerintah global terutama Amerika Serikat membuat investor memburu aset-aset bercuan tebal. Harga emas yang menyandang sebagai asset safe haven akan di untungkan saat ekonomi terancam oleh inflasi.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Analis pasar senior di OANDA, Edward Moya, mengatakan kenaikan yield Treasury dan penguatan dollar Amerika Serikat menjadi aktor utama di balik aksi jual yang menimpa emas. “Saat ini, kenaikan yield Treasury membuat dolar menguat, dan bertanggung jawab terhadap aksi jual yang menimpa emas,” kata Moya sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (8/Januari).

Moya bahkan memprediksi emas bisa berlanjut longsor hingga $ 100 dollar dalam waktu beberapa hari saja, dan menyarankan investor untuk memperhatikan pergerakan dollar Amerika Serikat. Moya menyebut level $ 1.770/troy ons akan menjadi support yang kuat bagi emas di pekan ini.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1851/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1865/troy ons. Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1824/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1811/troy ons dan support 3 $ 1800/troy ons.
PT SOLID GOLD

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2197 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*