PT SOLID GOLD | Naik Untuk Dua Hari Berurutan

SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD – Harga Minyak Sawit Kembali Naik Untuk Dua Hari Berurutan

PT SOLID GOLD JAKARTA – Cina akan mencampur minyak nabati dari Malaysia dengan minyak kedelai, dimana saat ini persediaan minyak kedelai sedikit karena sulitnya kedelai karena terjangkit flu babi.

Sementara Cina sangat bergantung pada batubara untuk energinya dan sudah saatnya menggantinya dengan etanol dan biodiesel.

Seperti di Uni Eropa permintaan minyak sawit akan lebih kecil karena penggunaan biofuel minyak sawit akan meningkat.

Diperkirakan produksi minyak sawit Malaysia akan rebound 4.6 % menjadi 20.3 juta ton di 2019 sedangkan perkiraan perkembangan produksi di 2020 akan lebih lambat antara 3 atau 3.5 % menjadi 21 juta ton.

Malaysia sebagai produsen minyak sawit ke dua terbesar di dunia setelah Indonesia, harus mempunyai perencanaan jangka panjang untuk menanam pohon kelapa sawit yang baru kalau tidak produksi akan turun.

Persediaan akhir dari diperkirakan 2.8 juta – 3 juta ton, dan akan turun di kuartal ke empat 2020 sebesar dua juta ton.

Analisa tehnikal support pertama di $ 2,560 dan berikut ke $ 2,510 sedangkan resistant pertama di $ 2,650 dan berikut ke $ 2,680.

Harga minyak sawit melanjutkan kenaikannya pada penutupan pasar hari Selasa .

Harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1 % pada hari Selasa menjadi 2,622 ringgit ($ 630.90) per ton setelah turun 0.4 % pada sesi sebelumnya.

Harga minyak sawit naik karena kenaikan harga minyak sawit di Dalian Commodities Exchange melompat karena spekulasi bahwa harga akan terus meningkat pada akhir tahun.

Harga minyak sawit Januari di Dalian Commodity meningkat 1.3 % dan harga minyak kedelai naik 0.5 %. Harga minyak kedelai di CBOT naik 0.7 %. Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan dari minyak nabati lain.

Melemahnya kurs ringgit 0.1% terhadap dolar membuat harga minyak sawit menjadi murah bagi pembeli luar negeri.

Negara pembeli minyak sawit terbesar dari Malaysia adalah India dan India sangat bergantung pada Malaysia untuk minyak sawit karena harganya paling murah dari semua minyak nabati di dunia.

Permintaan terbesar dari minyak sawit yang terus meningkat adalah dari India dan Cina, sementara untuk 10 tahun ke depan pasar yang bagus untuk ekspor adalah ke India, Indonesia dan Cina.
PT SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews

About solid gold 2086 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*