PT SOLID GOLD | PASAR GLOBAL PADA AWAL TAHUN 2021

PT SOLID GOLD
PT SOLID GOLD

PT SOLID GOLD – HARGA EMAS MENUNJUKKAN KILAUNYA DAN MENJADI PRIMADONA DI PASAR GLOBAL PADA AWAL TAHUN 2021

PT SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas mengawali sesi perdagangan di tahun 2021 tepatnya pada hari Senin (04/Januari) dengan menunjukkan kilaunya yang telah mencetak rekor kenaikan hingga 2,3 % atau mencapai level $1945.90/troy ons akibat pelemahan Indeks Dollar Amerika Serikat ke level terendah 3 tahun terakhir yang menjadi penopang kenaikan harga emas.

Sentimen utama yang menggerakkan harga emas adalah pemilihan Senat Georgia yang akan berlangsung pada 5 Januari 2021. Senat yang terpilih akan menentukan apakah Partai Demokrat akan menguasai seluruh jajaran eksekutif maupun legislatif di Amerika Serikat. Apabila hal ini terjadi, langkah Presiden AS terpilih Joe Biden dari Demokrat untuk menaikkan pajak dan menggenjot stimulus akan makin lancar.

Namun meskipun Senat yang terpilih berasal dari Partai Republik, perekonomian Amerika Serikat yang masih sekarat akibat pandemi Covid-19 tetap membutuhkan uluran tangan pemerintah untuk menggelontorkan stimulus lanjutan. Potensi stimulus inilah yang diantisipasi oleh pelaku pasar dan menjadi katalis positif pendongkrak
harga bullion. Emas diuntungkan dengan adanya stimulus baik fiskal maupun moneter.

Harga emas menguat 25 % sepanjang 2020 karena pemerintah Amerika Serikat dan bank sentralnya (The Fed) menggelontorkan stimulus dengan nilai jumbo. Injeksi likuiditas di sistem keuangan yang masif membuat dollar Amerika Serikat melemah dan ekspektasi inflasi yang tinggi. Kemungkinan terjadinya inflasi yang tinggi membuat investor mengalihkan sebagian asetnya ke emas. Logam mulia emas merupakan salah satu aset safe haven sekaligus aset untuk lindung nilai (hedging) dari kemungkinan inflasi tinggi.

Kenaikan harga emas di awal tahun juga ditopang oleh fundamentalnya yang kuat. Imbal hasil riil (setelah dikurangi inflasi) obligasi pemerintah berbagai negara sudah banyak yang jatuh ke teritori negatif. Bloomberg melaporkan nilai pasar obligasi pemerintah global yang berimbal hasil minus sudah mencapai US $ 18 triliun. Di era suku bunga rendah dan adanya kebijakan quantitative easing (QE) yield adalah barang yang langka, oleh karena itu opportunity cost memegang aset tak berimbal hasil seperti emas menjadi rendah.

ANALISA FUNDAMENTAL EMAS

Menurut analisa fundamental, Kombinasi faktor suku bunga rendah yang akan berlangsung lama, yield yang langka, pelemahan dollar Amerika Serikat, adanya kemungkinan stimulus lanjutan dan risiko bubble harga Bitcoin serta kemungkinan ekonomi pulih lebih lambat membuat emas berpotensi kembali ke level tertingginya sepanjang sejarah. Hal tersebut juga disampaikan oleh analis pasar senior OANDA yaitu Edward Moya. Menurutnya tahun 2021 akan menjadi tahunnya emas. Ia berpandangan bahwa harga emas bisa mencapai US $ 2.300/troy ons.

Prospek untuk logam mulia emas tahun ini dinilai masih cerah. Berbagai kondisi makro mendukung emas untuk mengalami penguatan. Pertama tentu dari stance kebijakan moneter yang masih akan dovish. Bank sentral Amerika Serikat, The Fed berkali-kali menegaskan tak akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat, setidaknya sampai 2023. The Fed juga akan membiarkan inflasi terjadi asalkan secara rata-rata masih di kisaran target 2 %. Era suku bunga zero lower bound di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dalam jangka waktu yang lama merupakan hal positif untuk emas. Injeksi likuiditas super masif oleh The Fed lewat quantitative easing pada akhirnya membuat dollar Amerika Serikat melemah.

ANALISA TEKNIKAL EMAS

Secara teknikal, Ahli strategi pasar dari Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan kepada Kitco bahwa harga emas bisa kembali ke level US $ 2.000 tahun ini. Menurutnya harga emas bisa menyentuh level US $ 1.950 dan US $ 2.000 di kuartal pertama dan kedua.

Lebih lanjut Streible mengatakan bahwa harga emas bahkan bisa menyentuh US $ 2.100 dan US $ 2.250 menjelang akhir tahun. Namun itu tergantung dari seberapa banyak uang diciptakan.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1966/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1983/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1934/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1918/troy ons dan support 3 $ 1900/troy ons.
PT SOLID GOLD

SGB Jakarta/Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2165 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*