PT SOLID GOLD | SIDEWAYS MENJELANG PERTEMUAN

PT SOLID GOLD
PT SOLID GOLD

PT SOLID GOLD – HARGA EMAS SIDEWAYS MENJELANG PERTEMUAN BANK CENTRAL AMERIKA SERIKAT (THE FED)

PT SOLID GOLD JAKARTA – Harga emas stagnan diawal sesi pembukaan perdagangan pada hari Seenin (26/April) bergerak di range $ 1770 – $ 1780/troy ons jelang rapat dari Bank Central Amerika Serikat (The Fed) yang akan menggelar rapat bulanan yang keputusannya akan dibacakan pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Pelaku pasar memperkirakan Ketua Jerome Powell dan kolega akan mempertahankan suku bunga acuan di 0-0,25 %. Investor patut mencermati bagaimana posisi The Fed terhadap laju inflasi di Amerika Serikat yang semakin cepat. Jika ada kalimat (baik tersirat maupun tersurat) bahwa The Fed mulai mewaspadai percepatan laju inflasi, maka ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan bakal semakin besar. Bukan tidak mungkin Federal Funds Rate bakal naik lebih cepat, tidak 2023 seperti perkiraan semula. Apabila ini yang terjadi, maka bersiaplah menjadi saksi kebangkitan dollar Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga acuan akan ikut mengerek imbalan investasi asetaset berbasis dollar Amerika Serikat sehingga permintaan terhadap mata uang ini bakal naik sehingga nilai tukarnya menguat.

Disisi lain, sentimen yang dapat mendorong emas naik yaitu inflasi yang tidak terkendali. Dengan adanya likuiditas berlimpah dan kebijakan moneter longgar, ada kekhawatiran inflasi yang tinggi akan terjadi. Jika melihat angka, analis dan pelaku pasar ada yang berspekulasi inflasi tinggi akan terjadi jika ekonomi semakin bergeliat karena ada penambahan hampir US $ 12 triliun ke neraca bank sentral dunia menurut catatan IMF.

Pasokan uang beredar yang tinggi itulah yang membuat harga emas melesat tajam. Emas berusaha menembus $ 1,800 pada minggu lalu, suatu level yang apabila berhasil dilewati akan bisa membawa harga emas naik ke atas $ 1,900 per ons. Meskipun dorongan naik ke atas $ 1,800 tidak berhasil pada saat sekarang ini, para analis tetap optimis akan arah harga emas secara jangka pendek. Outlook yang positip ini. Sebagian besar disebabkan oleh rencana Gedung Putih untuk menaikkan menjadi dua kali lipat pajak capital gains atas orang kaya Amerika Serikat.

ANALISA FUNDAMENTAL

Menurut analisa Event minggu ini adalah keputusan tingkat bunga dari Federal Reserve pada hari Rabu. Bank sentral paling berkuasa di dunia ini diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah namun bisa memberikan signal mengenai pergerakan yang akan datang. Sebagian partisipan pasar berspekulasi bahwa the Fed akan memberikan tanda-tanda mengenai rencana untuk mengurangi pembelian obligasi pada bulan Juni pada saat akan merilis proyeksi ekonomi yang baru. Hal ini bisa mendorong naik dollar Amerika Serikat.

Jika the Fed menahan diri untuk tidak memberikan indikasi mengenai pergerakan yang akan datang, investor akan fokus kepada dua mandate dari the Fed yaitu employment dan inflasi.
Dalam hal employment, Powell pasti akan menekankan pentingnya memperhatikan 8,4 juta orang Amerika yang belum mendapatkan pekerjaan sehingga perlu diberikan lebih banyak dukungan moneter.

Dilemma yang sama dihadapi oleh the Fed dalam hal inflasi. Menurut publikasi terakhir, Consumer Price Index memang tetap rendah, mendukung sikap the Fed yang mengatakan kenaikan yields Amerika Serikat bersifat transitory. Namun, kekurangan supply dan keputusan Procter & Gamble untuk menaikkan harga bisa mendorong naik inflasi. Setiap kenaikan harga bisa mendorong naik dollar Amerika Serikat. Mengakui outlook yang membaik dan memberikan tanda-tanda mengenai tindakan yang akan datang bisa mendorong naik dollar Amerika Serikat, sementara tetap mempertahankan kebijakan yang sangat akomodatif bisa membebani dollar Amerika Serikat.

ANALISA TEKNIKAL

Secara teknikal, Survei yang dilakukan oleh Kitco menunjukkan ada sebanyak 17 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Sebanyak 41 % dari responden memperkirakan harga emas akan bullish. Namun sebanyak itu juga responden bersikap netral terhadap emas. Di saat yang sama, tiga analis atau 18% memperkirakan harga emas bakal melemah minggu ini.

Sementara itu, dari pemain Main Street ada sebanyak 68 % memperkirakan emas bakal naik minggu ini. Sebanyak 28 %, mengatakan harga emas bakal lebih rendah, sedangkan 14 % netral. Bagaimanapun juga jika melihat harga, level US $ 1.800/troy ons masih menjadi titik resisten terdekat yang kuat. Apabila emas mampu menembus ke atas level tersebut, maka emas berpeluang semakin naik pamor.

Range mingguan, jika harga emas dapat menembus level resistance 1 $ 1800/troy ons, maka emas dapat melanjutkan kenaikan ke level resistance 2 yaitu pada level $ 1817/troy ons.

Sebaliknya jika harga emas dapat menembus level support 1 $ 1760/troy ons, maka harga emas dapat melanjutkan penurunan kembali ke support 2 di level $ 1745/troy ons dan support 3 $ 1731/troy ons.
PT SOLID GOLD

SGB Jakarta / Tulus Rifwandi Gea

About solid gold 2219 Articles
PT. Solid Gold Berjangka merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. PT. Solid Gold Berjangka ini termasuk kedalam salah satu bagian dari Bursa Berjangka Jakarta atau disingkat dengan BBJ yang telah diresmikan berdiri pada tahun 2005.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*